Rumah Kaca

Dahulu di sebuah desa kecil jauh, ada tempat yang dikenal sebagai rumah 1000 kaca. Anjing kecil yang bahagia mengetahui tempat ini dan memutuskan untuk mengunjungi. Ketika ia tiba, ia melompat gembira menaiki tangga ke pintu rumah. Ia melihat melalui pintu sambil telinganya mengangkat tinggi dan ekornya bergoyang-goyang.



Sangat mengejutkan, ia melihat ada 1000 anjing kecil lain sedang mengibaskan ekor sepertinya. Ia pun tersenyum dengan hebat, dan ajaibnya yang dilihatnya justru ada 1000 anjing yang tersenyum hangat dan ramah seperti dirinya. Saat ia meninggalkan gedung itu, ia berpikir, "Ini adalah tempat yang indah, aku akan kembali dan sering mengunjunginya."



Di desa yang sama, ada anjing kecil lain yang tidak begitu sesenang dengan yang pertama, namun memutuskan untuk mengunjungi rumah 1000 kaca. Dengan perlahan-lahan, anjing yang kedua ini pun menaiki tangga dan menunduk rendah sambil menatap pintu. Ketika ia melihat ke dalam ternyata ada 1000 anjing yang tampak tidak ramah menatap ke arahnya, ia menggeram pada mereka dan merasa ngeri melihat 1000 anjing kecil menggeram ke arahnya. Saat dia pergi meninggalkan gedung, ia berpikir, "Ini adalah tempat yang mengerikan, dan aku tidak akan pernah kembali ke sana lagi."



Seluruh manusia di dunia ini adalah cermin bagi diri Anda. Refleksi apa yang ingin Anda lihat dari orang-orang yang Anda temui? Orang-orang tersenyum kepada Anda atau justru Anda melihat wajah-wajah yang memperlihatkan bahwa mereka sedang mengalami banyak masalah dan beban?



Untuk memiliki wajah yang selalu memancarkan sukacita, Anda harus memiliki hati yang selalu bersukacita. Hati adalah sumber dari mimik wajah yang akan Anda perlihatkan kepada orang lain. Ketika Kristus tinggal di dalam hati Anda maka Anda akan dapat selalu bersukacita dalam segala situasi dan kondisi.



Orang yang di dalam hatinya ada Tuhan Yesus, wajahnya selalu berseri-seri.

egois

Setiap manusia memiliki sifat ini. sifat dasar manusia yang di bawa sejak lahir. Sifat itu memang di perlukan dalam melangkah menjadi lebih baik. Tetai sifat ini kadang di salah posisikan. dengan sifat egois kita lebih mengerti banyak hal, lebih banyak belajar. sifat egois sering di salah posisikan sehingga cenderung keras kepala. hal itu membuat orang berpandangan buruk tentang kita. mengecilkan lingkup relasi kita.

Sifat egois memang hal paling rawan karena kadang sifat ini mampu mengendalikan kita. bukan kita yang mengendalikan sifat-sifat kita. kecenderungan ini sebagian besar di pengaruhi lingkungan dan relasi kita.

bagaimana kita mengendalikan sifat egois?
  1. mengatur nafas
      dengan cara ini kita mampu mengatur tekanan darah, sehingga emosi sedikit menurun. membuat kita rebih rilek, kita bisa berfikir. dengan berfikir kita tau kapan waktu yang tepat untuk kita menggunakan sifat egois kita.

  2. Tersenyum
      dengan tersenyum kita dapat aura kebaikan terpancar dari diri kita untuk menerima aura baik orang lain. sehingga rasa egois dapat kita kendalikan. karena kita bisa melihat suasana sekitar yang begitu indah.

  3.Berdoa
     Berdoa membuat kita lebih tenang. dan yang pasti menghapus rasa egois karena kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. 

Ini sedikit cara supaya kita mampu mengendalikan egois yang membuat kita jauh dari relasi. Sebisa mungkin lakukan sesering-seringnya karepa hal-hal di atas membantu saya tetap bertahan di sini.

Burung Elang

Elang merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dpt mencapai 70 thn. Tapi utk mencapai umur itu seekor elang hrs membuat keputusan besar pd umurnya yg ke 40.

Saat umur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada. Sayapnya mjd sgt berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yg menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung utk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung

Pertama, ia hrs mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dr mulutnya, dan kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia hrs mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu2 yg baru sudah tumbuh. Ia mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN. Berani membuang kebiasaan2 lama yg mengikat dan melekat kuat, meskipun itu adalah sesuatu yg menyenangkan dan membuat kita terlena.


Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan!

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam diri sendiri.

Semoga Bermanfaat

semua ada waktunya

Kehidupan adalah sebuah anugerah besar yang diberikan Allah kepada kita , yang hanya datang satu kali sepanjang masa . Maksudnya kita hanya dapat merasakan kehidupan di dunia ini hanya satu kali . Oleh karena itu , walaupun saat ini anda sedang merasa sedih atau senang , sehat atau sakit , kaya atau pun miskin , itu semua hanya sementara . Karena , kita semua akan kembali kepada-Nya . Dan kehidupan sebenarnya baru akan di mulai .

Dalam tulisan saya ini , saya ingin bercerita sesuatu .


Ketika suatu pagi saat saya sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja saya . Saya melihat sesuatu yang menarik pandangan saya , yaitu Pohon belimbing yang memiliki batang yang besar dan menancap kokoh ke dalam tanah serta memiliki buah yang banyak . Saat itu juga , terlintas dalam pikiran saya , bahwa kehidupan itu tak jauh berbeda dengan pertumbuhan pohon belimbing .


Mengapa demikian ?? Sebuah pertanyaan dari anda kepada saya .Saya mengibaratkan buah pohon belimbing itu adalah kita . Saya akan memberikan satu pilihan kepada anda . Anda lebih senang melihat buah yang kecil berwarna hijau ( belum matang ) atau buah yang besar dan berwarna kuning ( matang ) ? Saya yakin , kita akan menjatuhkan pilihan yang kedua , yaitu buah yang besar dan berwarna kuning . Karena buah tersebut akan sangat nikmat bila dimakan , buah tersebut akan terasa manis dan segar karena memiliki kandungan air yang banyak . Apalagi dimakan pada saat siang hari yang terik . hhhhmmmm ,, pasti anda sudah membayangkan rasanya .



Semua orang yang menyukai buah belimbing pasti akan berkorban untuk memanjati pohon tersebut untuk mendapatkan buah yang besar dan berwarna kuning itu . karena mereka ingin merasakan nikmatnya buah belimbing itu . Padahal mereka sebenarnya dapat mengambil buah yang kecil dan berwarna hijau tanpa harus repot” memanjat namun mereka tak mengambilnya.Tetapi Buah yang besar dan berwarna kuning itu sangat tinggi sekali , sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan niatnya mengambil buah tersebut . Hari berganti minggu , minggu berganti bulan , lama kelamaan buah yang nikmat itu akhirnya membusuk dan terjatuh dari pohonnya . Bentuknya sangat tidak menarik , membayangkannya saja sudah menjijikan , apalagi harus memakannya ? Buah yang nikmat kini tidak ada hargannya lagi , orang yang lalu lalang melewati pohon belimbing itu tidak satu pun menghiraukannya , adapula yang menginjak – injak buah tersebut.



Begitulah kehidupan , saat kita muda , memiliki wajah yang tampan dan cantik , memiliki uang yang banyak , dan memiliki banyak teman yang menyukai kita . Seolah – olah semua itu akan kekal dimiliki , padahal semua itu butuh waktu yang tak lama untuk mengubah segala yang kita miliki menjadi sebaliknya . Masa muda kita akan berganti dengan Tua , wajah rupawan kita akan berganti dengan garis – garis kerutan , uang yang banyak tak dapat lagi dinikmati , dan teman – teman pun sudah tak memperdulikan kita lagi . Oleh karena itu , seharusnya bukan kesombongan yang terus menghiasi kehidupan kita sehari – hari , mengapa ? Karena semua itu ada masanya .



Kesombongan adalah penyakit hati yang seharusnya kita jauhi . Mengapa ? Karena Allah yang menciptakan kita pun membenci itu . Allah lah yang pantas sombong , karena Allah yang memiliki segalanya . Semua yang kita miliki saat ini hanyalah titipan-Nya . Kita tak akan membawa harta kita saat kita mati . Melainkan amal baik dan buruk yang kita lakukan di dunia ini . Jadi untuk apa anda merasa sombong ? Ingatlah semua itu ada masanya ?

si-Usaha dan si-Nasib

Sang Usaha dan sang Nasib saling berdebat:

Usaha : "Hasil kerja saya lebih besar dan lebih berguna dari kamu."

Nasib : "Apa yang telah kamu lakukan untuk mengalahkan saya?"

Usaha : "Apakah manusia itu berumur panjang maupun pendek, kaya maupun miskin, gagal atau berhasil, semuanya ditentukan oleh saya?"

Nasib : "Banyak orang baik berumur pendek, sedangkan yang jahat berumur panjang. Orang yang korupsi lebih kaya dari pada orang yang bekerja lebih keras. Yang malas lebih beruntung dari yang rajin. Yang pintar menjadi penganggur dan yang bodoh mendapatkan pekerjaan. Jika kamu benar-benar berpengaruh, kenapa kamu tidak membuat yang baik berumur lebih panjang, yang kerja keras lebih kaya, yang rajin lebih beruntung dan si pintar mendapatkan pekerjaan?"

Mendengar semua ini, Usaha tidak bisa membantah semua yang dikemukakan oleh Nasib.

Usaha : "Kamu benar, saya tidak mempunyai kuasa banyak untuk mempengaruhi semua ini. Ini semua terjadi karena kamu selalu salah memberikan petunjuk, dan kamu selalu memutar-balikkan nasib orang. Tampaknya kamu menyukainya apa yang kamu lakukan."

Nasib : "Sebenarnya saya sendiri tidak dapat memaksa perjalan hidup manusia. Saya hanya mengantarkan mereka hingga di awal tangga agar mereka dapat menaiki tangga kehidupannya. Jika segalanya lancar tanpa halangan, saya antarkan agar mereka dengan mudah dapat menaiki tangga kehidupannya. Tetapi jika ditengah jalan mereka berubah
pikiran, saya sendiri tidak dapat memaksakan kehendaknya. Akhirnya saya biarkan saja mereka mengikuti jalan pikirannya sendiri."

Usaha : "Kalau demikian, kita berdua harus mengakui bahwa sebenarnya kita tidak dapat memaksakan jalan hidup manusia. Kita hanya dapat mengantar dan mendampinginya diawal tangga dan manusia sendiri yang memutuskan berapa anak tangga kehidupan yang akan mereka naiki."

Nasib : "Memang benar. Walaupun kita telah bekerja secara maksimal, ternyata gambaran pikiran manusia memegang peranan yang lebih kuat. Sungguh kasihan, manusia tidak menyadari bahwa dirinya tidak lagi menjadi master
kehidupannya. Mereka hanya sebagai budak dari pikirannya."

Kemudian sang Nasib dan sang Usaha saling merangkul dan berpelukan. Mereka sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan selama ini tidak lagi dihargai oleh manusia, dan akhirnya jerih payah mereka menjadi sia-sia.


(Kumpulan cerita klasik para master Tao, dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 6").

tommorow will be better (law liet)

“Do Not Count What You Have Lost…
Just See What You Have Now…
Because Past Never Come Back…
But Sometimes Future Can Give You Back Your Lost Things”


Itulah isi SMS dari seorang sahabat baik. Saat itu saya sedang sedikit frustasi, memikirkan kegagalan di masa lalu. Betapa saya kurang memanfaatkan waktu-waktu dan telah melewatkan peluang-peluang sehingga hasilnya saya belum mencapai apa yang seharusnya sudah saya capai sekarang. Bunyi SMS yang tiba-tiba membangunkan saya dari lamunan. Wow…momen nya pas sekali…Ajaib! :)

Dalam hidup ini kita sering terjebak dengan masa lalu. Menyesali masa lalu, terjebak dengan pikiran “seandainya saat itu…” , “seandainya waktu itu saya melakukan…” , dan “seandainya…seandainya…” yang lain. Bila ingin objektif, kita bisa memilih bertanya pada diri sendiri:

“Apakah pikiran semacam itu bermanfaat bagi saya?”

“Atau malah merugikan saya?”


Masa lalu – sesuai namanya – sudah berlalu. Sudah lewat. Kita tidak mungkin mengubah sesuatu yang sudah lewat. Tapi kita bisa memilih untuk menyadari bahwa saya yang sekarang adalah hasil yang terbentuk dari apa-apa yang saya lakukan di masa lalu. Artinya saya bisa membentuk masa depan yang jauh lebih baik dengan apa-apa yang saya lakukan sekarang.

“Bersediakah saya merubah fokus saya dari masa lalu yang buruk, menuju masa depan yang lebih baik?”