Dewasa itu bagaimana?

Banyak orang mengatakan "ah kamu ga dewasa banget"
Kata2 yang mungkin sepele namun bisa menimbulkan masalah yang besar. Disini saya ingin tau apa sih arti dewasa itu. ada yang tau? silahkan comment. tidak ada ukuran pasti dewasa itu apa.

Apakah sudah bisa mencari uang sendiri?
klo itu ukuran dewasa anak umur 5tahun minta2 di jalan bisa di sebut dewasa.

Apakah bisa menyelesaikan masalah dalam hidupnya?
mulai dari lahir mendapat anugrah untuk menyelesaikan masalah, tidak bisa jalan menjadi bisa jalan, tidak bisa menulis jadi bisa menulis.

Apakah dari cara berpakaian?
saya rasa banyak orang yang berpakaian awutan yang menurut saya lebih dewasa dari anda yang membaca ini.


Apakan dari tingkah laku sehari-hari.
susah untuk menilai yang satu ini. tingkah laku di bentuk dari kita lahir. jika anda terbentuk dari lingkungan yang bebas maka anda akan bebas, jika anda terbentuk dari lingkungan yang super disiplin maka anda akan menjadi di siplin. jadi klo orang tidak dewasa di lihat dari sudut ini salahkan orang tuanya karena hidup di lingkungan yang membentuknya.

Apakah dari sifatnya yang baik, rendah hati, sabar?
setiap orang punya tingkatan emosional yang berbeda-beda. sudut ini juga sangat sensitif. selain dari pengaruh lingkungn, juga karea timing jiwanya, jika dia sedang ingin tenang maka anda ganggu maka dia akan marah. waktu anda menilai juga berpengaruh pada titik ukur yang satu ini.

bagaimana menurut anda?
apakah anda layak mendakwa seseorang tidak dewasa? pada satu titik anda tida tidak bisa mengukur kedewasaan anda sendiri. rajin berdoa, rajin membaca, rajin bekerja, rajin menulis, orang tetap akan menilai anda tidak dewasa, karena orang hanya menilai di titik anda tidak dewasa. apakah anda masih menilai orang lain itu tidak dewasa?
dan saya rasa sayapun tidak dewasa. karena tidak mengerti titik batas dewasa itu seberapa dan bagaimana.

jangan rendah diri jika orang lain mengatakan anda tidak dewasa. karena dia sendiri tidak dewasa. dan yang pasti tidak ada manusia yang sempurna. tetap belajar dari sesalahan dan kegagalan, karena kesalahan dan kegagalan adalah guru paling baik dan setia.

Cinta itu punya Mama

“Mei, bangun.. Sarapanmu udah mama siapin di meja.” Tradisi ini sudah berlangsung 22 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat tapi kebiasaan mama tak pernah berubah,meskipun aku hanya pulang sekali2 menjenguknya
“Mama sayang… ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa.” pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.


Kenapa mama mudah sekali sedih? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah..

Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya “Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih?” Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, “Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri”
Ah, Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu.. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.

Diam-diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya?

Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab “Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap “Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu.” Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan..


Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Ah, maafin kami mama….. 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat mama lelah..Sanggupkah aku ya Tuhan?


“Mei Lan, bangun nak.. sarapannya udah mama siapin di meja.. ”

Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan.. “Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama.” Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

kutipan dari yayasan bunda maria

Ketulusan Hati

Andy adalah seorang tentara yang sedang ditugaskan pergi ke medan perang. Andy meninggalkan istrinya, Elisabeth, di hari ke 7 setelah pernikahan mereka. Andy tentu saja ingin Elisabeth pergi bersamanya. Tapi keadaan tidak memungkinkan. Yang akan dihadapi oleh Andy adalah sebuah perang. Maka Andy memutuskan untuk pergi tanpa mengajak istri tercintanya. Meski Andy tau bahwa hatinya begitu berat, tapi dia meyakinkan Elisabeth dan hatinya sendiri untuk segera pulang dengan selamat.

"Jika perang sudah selesai aku akan segera pulang."

"Aku akan menunggumu. Segeralah pulang jika tugasmu sudah selesai disana. Aku akan menunggumu...aku ingin melihat wajah kemenanganmu."

"Aku pasti pulang."


2 bulan kemudian....


Hari ini adalah hari terakhir Andy bertugas. Setelah perang yang terjadi, kedua belah pihak negara memutuskan untuk berdamai karna melihat begitu banyaknya korban yang jatuh. Jenderal besar pun sudah membubarkan pasukan sejak semalam. Dan semua tentara diperbolehkan pulang.

Andy sudah tak sabar lagi untuk segera pulang. Dia ingin segera pulang ke rumah dan memeluk Elisabeth. Bagaimana keadaan Elisabeth? Hanya pertanyaan itu-itu saja yang ada di pikirannya.


Andy turun dari kendaraan yang mengantarnya. Andy menunggu Elisabeth membukakan pintu untuk kepulangannya.

Andy menunggu.....

"Mana Elisabeth..? Mengapa dia tidak membukakan pintu untukku? Apa..dia tak mendengar suara mobil yang mengantarku?"

Ketika Andy hendak masuk, seseorang memanggilnya.

"Andy..kamu sudah pulang?",

"Henry..?",

"Aku senang kau sudah pulang tapi Elisabeth tidak ada disini",

"Elisabeth kenapa? Apa yang terjadi?Dimana Elisabeth"

"Tenangkan hatimu. Elisabeth sedang dirawat di rumah sakit."

"Rumah sakit??",

"Entah penyakit apa yang diidapnya..wajahnya penuh dengan borok. Setiap hari didepan kaca Elisabeth membersihkan borok diwajahnya agar segera kering. Tapi besoknya yang terjadi malah borok itu kembali bernanah. Dia tak berani keluar rumah. Dia juga tidak punya nafsu makan sama sekali. Badannya menjadi kurus kering. Dia bilang bahwa dia tidak ingin bertemu denganmu jika wajahnya masih penuh dengan borok. Dia malu.",

"Elisabeth...?",

Tanpa terasa airmata Andy menetes.

"Bagaimana ini bisa terjadi?",

"Andy...tenanglah."

"Aku berterimakasih Henry..karna kau mau membawanya ke rumah sakit",

"Sekarang apa yang bisa kulakukan untukmu sebagai sahabatmu?"

"Maukah kau sedikit berbohong untukku?"

"Untuk..?"

"Aku ingin kita ke rumah sakit dulu. Nanti aku akan beritahu padamu apa yang harus kau lakukan",



Sampai di rumah sakit, Andy membeli perban.

"Untuk apa kau beli perban?"

"Aku ingin kau membalut mataku. Dan katakan pada Elisabeth bahwa aku buta. Aku buta karena ada peluru yang mengenai kedua mataku. Berjanjilah padaku bahwa kau akan melakukan ini untukku. Aku tau bagaimana persaan Elisabeth. Aku sangat mencintainya."

Henry hanya diam tapi dia melakukan apa yang dikatakan Andy. Kemudian Henry mengantarkan Andy ke sebuah ruangan dimana Elisabeth dirawat.

Elisabeth terkejut saat dia melihat suaminya datang dengan mata di perban.

"Andy?Andy..."

"Elisabeth...Kau dimana?"

Henry mendekatkan tangan Andy kepada Elisabeth.

"Henry...maafkan aku, aku tak bisa menyambutmu. Aku....",

Andy merusaha meraih wajah Elisabeth tapi Elisabeth mencegahnya.

"Jangan sentuh wajahku lagi Andy..Wajahku tidak secantik dulu. Tidak seperti yang kau harapkan."

"Elisabeth...katakan padaku apa yang terjadi padamu? Kau bisa lihat kan apa yang terjadi padaku? aku sekarang buta...aku tak bisa melihatmu lagi seperti dulu. Jika kau tidak menceritakan kepadaku apa yang terjadi padamu maka aku tak pernah bisa tau apa yang telah terjadi padamu. Apa yang bisa dilakukan oleh orang buta sepertiku kecuali hanya mendengar..?"

Elisabeth terhenyak mendengar kata2 suaminya itu.

"Andy..",

Elisabeth meraih wajah suami yang dicintainya itu.

"Andy..jangan pernah marah padaku seperti ini. Jangan pernah kau katakan kalau kau tak bisa melihat. Kau bisa mengerti aku. Kau merasakan apa yang aku rasakan. Seandainya matamu bisa melihat maka kau akan melihat wajahku yang........penuh dengan borok dan sangat menjijikan! Aku tak ingin kau menyaksikan ini semua!",

"Sekarang..apalah artinya buatku wajah yang cantik ataupun buruk..jika aku selamanya tak bisa melihat."

"Andy...maafkan aku."

"Elisabeth...jika aku katakan aku mencintamu maka itu memang benar aku mencintaimu..apapun keadaanmu dan apa pun yang akan terjadi padamu...itu tak tak akan mengubah sedikit pun rasa cinta dalam hatiku. Tapi hatiku sakit jika ternyata kau malu pada suamimu sendiri hanya karna wajahmu yang penuh borok. Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan sekarang ini. Tapi aku tak ingin apa yang telah terjadi mengubah perasaanmu padaku. Wajahmu bisa berganti menjadi wajah apa pun..tapi jangan hatimu..Aku mencintai hatimu...",


Dipeluknya Elisabeth dengan penuh kasih sayang. Elisabeth tercinta...


Andy tidak pernah membukan balutan perban di matanya. Meski begitu, dia tetap bisa melewati hari2 yang menyenangkan bersama istrinya. Meskipun hanya dilakukan di dalam Rumah Sakit saja, tapi itu sangat menyenangkan. Tak ada hari tanpa tawa dan canda.


Hingga esok hari Andy mendapati istri tercintanya sudah tidak bernafas lagi. Pihak Rumah Sakit sudah sangat membantu tapi Elisabeth tetap tidak bisa tertolong.

"Bersabarlah Andy..",

"Terimakasih Henry..",

Andy membuka balutan perban di matanya. Dan yang dia lihat kini hanya gundukan tanah kubur istri tercintanya.

"Tak ada airmata di hari terakhir bersama istriku. Yang ada hanya senyuman bahagianya yang menyenangkan."

Denpasah - Arjosari

Tanggal 30 Oktober dek wingi
SMSmu isih ono Hp iki
Tak simpen ono njero Folder Pribadi
Terus tak woco saben awan saben bengi
Soko terminal Arjosari (Arjosari)
Kowe pamit budhal nang Mbali (nang Mbali)
Emboh Denpasar embuh ngendi (Pasar Sapi)
Emboh Kecantol cowok australi

Barang saiki kok ngajak bubar
Opo kowe kepincut cowok Denpasar
Keputusanmu Bulat tekatmu
Mung pandunganku padhango dalanmu

Sing penting aku uwes tau ngrasakke
Yen ngajak pisah aku mung manut wae
Joko dudo Denpasar akeh tunggale
Pilih ketut, opo Wayan opo Made

Ora prawan ora Rondho
Aku ngerti kowe sopo
Ora joko ora dudo
Karo aku jane podho
Aku wes mbok wanti-wanti
Ojo nganti aku lali
Tapi engkau lupa diri
Cintaku kau bawa pergi

Timbang Mikir kowe penak turu wae
Sopo ngerti aku ngimpi pethuk kowe
Njrone ngimpi terus tak jak ngene??
Yen ra gelem penak diplekotho wae….

Kedamaian

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lombatersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.
Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya.Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?Sang Raja memilih lukisan nomor dua.Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski berada di tengah-tengah keributan luar biasa seperti di dalam bencana, kita bisa menjadi pendamai dan pembawa berkat untuk banyak saudara kita yang terkena bencana.”

Mari kita bantu saudara-saudara kita dan menjadi berkat dan damai untuk semua manusia di muka bumi ini

5 Pelajaran Berharga

Ini lima buah Pelajaran Berharga, yang sangat bagus untuk kita, mari kita renungkan bersama.

1. Pelajaran Penting ke-1

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ? Saya yakin soal ini cuma “bercanda”. Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya…? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan “dihitung” atau tidak. “Tentu Saja Dihitung !!” kata si Profesor.”Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemubanyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas “halo”! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah “Dorothy”.



2. Pelajaran Penting ke-2 - Penumpang yang Kehujanan.

Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibunegro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat sipemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : “Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku,tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat… hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu” Tertanda Ny. Nat King Cole.

Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn.60-an di USA.



3. Pelajaran penting ke-3

Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikanair putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya… harga satu icecream sundae?” katanya. “50 sen…” balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya… “Wah… Kalau ice cream yang biasa saja berapa?” katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang dudukdi meja-meja lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini mulai tidak sabar. “35 sen” kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. “Bu… saya pesen yang ice cream biasa saja ya…” ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piringkecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak”



4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita.

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besardi tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadirekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.Tetapi tidak ada satu pun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani inginmengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.



5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya,seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata “Baiklah… Saya akan melakukan hal tersebut… asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku”. Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar… katanya “Apakah saya akan langsung mati dokter…?” Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.Lihatlah… bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya…

Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang,Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan.



DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG