Buku Harian Tua

Ayah dan ibu sudah menikah 30 tahun & Michael tidak pernah melihat mereka bertengkar. Bagi Michael, perkawinan ayah & ibu menjadi teladan baginya. Setelah menikah, dia & istrinya sering bertengkar karena hal-hal kecil.

Ketika pulang ke rumah ayahnya, MIchael menuturkan keluhannya pada ayahnya. Ayahnya mendengarkan kemudian masuk, keluar dengan mengusung buku-buku & ditumpuknya di depan Michael. Sebagian buku sudah kuning, kelihatannya sudah disimpan lama.

Dengan penuh rasa ingin tahu Michael mengambil satu buku itu. Tulisannya benar tulisan ayahnya, agak miring & aneh, ada yang jelas, ada yang semrawut, bahkan ada yg tulisannya sampai menembusi beberapa halaman. Michael membaca halaman-halaman buku itu.

Semuanya merupakan catatan hal-hal sepele, “Suhu udara berubah jadi dingin, ia mulai merajut baju wol untukku. Anak2 berisik, untung ada dia.” Semua itu catatan kebaikan & cinta ibu kepada ayah, cinta ibu kepada anak-anak & keluarga.

Matanya berlinang air mata. Michael mengangkat kepala, dengan haru dia berkata pada ayahnya, “Ayah, saya sangat kagum pada ayah & ibu.” Ayahnya berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.”

Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun, tidak mungkin menghindari pertengkaran. Ibumu kalau kesal, suka cari gara-gara, melampiaskan kemarahannya & ngomel. Dalam buku aku tuliskan yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini.

Seringkali hatiku penuh amarah waktu menulis, kertasnya sampai sobek, tembus oleh pen. Tapi aku terus menulis semua kebaikannya. Aku renungkan, akhirnya emosi itu lenyap, yang tinggal semuanya kebaikan ibumu.”

Michael mendengarkan, lalu bertanya, “Ayah, apakah ibu pernah melihat catatan ini?” Ayah tertawa & bkata, “Ibumu juga memiliki buku. Bukunya berisi kebaikan diriku. Sering kami saling bertukar buku & saling menertawakannya

Tiba-tiba Michael sadar akan rahasia pernikahan, “Mencintai itu sangat sederhana, ingat & catat kebaikan pasangan. Lupakan segala kesalahannya.”

Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Dibalik Cerita Soekarno Kecil

Masa kanak-kanak adalah masa paling menyenangkan. Ketika kita bebas berlari, ketika kita bebas berexpresi. Mari kita sama-sama melihat kebelakan masa kecil bapak pendiri Republik Indonesia.

Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam. Karena perbedaan keyakinan dan suku mereka di denda 25 ringgit yang nilainya sama dengan 25 dolar. Ibu Soekarno menjual perhiasannya untuk membayar denda tersebut. karena merasa tidak di sukai di bali Raden Soekemi mengajukan pindah tugas ke Surabaya dan di terima.

Tak ada yang bisa di banggakan dari Koesno Sosrodihardjo (nama lahir Ir Soekarno). Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dari golongan keluarga miskin. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama Soekarno diambil dari "Karna" tokoh pahlawan dalam cerita Mahabharata. Inbuhan "soe" yang berarti baik.

Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja. Soekarno memiliki seorang kakak yang bernama Sukarmini.


Soekarno Paling Miskin

Ketika di Mojokerto ia tinggal di daerah miskin. Gaji ayahnya setengah untuk membayar uang kontrakan rumah. sehingga keadaan Sukarno saat itu sangatlah miskin. ini tergambar dalam ceritanya dalam buku penyambung lidah rakyat terjemahan karya Cindy Adams :
Ketika aku berumur enam tahun kami pindah ke Modjokerto. Kami tinggal didaerah jang melarat dan keadaan tetanggatetangga kami tidak berbeda dengan keadaan sekitar itu sendiri, akan tetapi mereka selalu mempunjai sisa uang sedikit untuk membeli pepaja atau djadjan lainnja. Tapi aku tidak. Tidak pernah.

Lebaran adalah hari besar bagi ummat Islam, hari penutup dari bulan puasa, pada bulan mana para penganutnja menahan diri dari makan dan minum ataupun tidak melewatkan sesuatu melalui mulut mulai dari terbitnja matahari sampai ia terbenam lagi. Kegembiraan dihari Lebaran sama dengan hari Natal. Hari untuk berpesta dan berfitrah. Akan tetapi kami tak pernah berpesta maupun mengeluarkan fitrah. Karena kami tidak punja uang untuk itu. Dimalam sebelum Lebaran sudah mendjadi kebiasaan bagi kanak-kanak untuk main petasan. Semua anak-anak melakukannja dan diwaktu itupun mereka melakukannja. Semua, ketjuali aku.

Dihari Lebaran lebih setengah abad jang lalu aku berbaring seorang diri dalam kamar-tidurku jang ketjil jang hanja tjukup untuk satu tempat-tidur. Dengan hati jang gundah aku mengintip keluar arah kelangit melalui tiga buah lobang-udara jang ketjil-ketjil pada dinding bambu. Lobang-udara itu besarnja kira-kira sebesar batubata. Aku merasa diriku sangat malang. Hatiku serasa akan petjah. Disekeliling terdengar bunji petasan berletusan disela oleh sorak-sorai kawankawanku karena kegirangan. Betapa hantjur-luluh rasa hatiku jang ketjil itu memikirkan, mengapa semua kawan-kawanku dengan djalan bagaimanapun dapat membeli petasan jang harganja satu sen itu dan aku tidak !

Keadaan ekonomi membuat Soekarno kecil tidak bisa merasakan seperti anak-anak pada umumnya. Kadang-kadang keluarga kecil ini Makan satu kali sehari, paling sering makan ubi kayu atau jagung. Jagung tumbuk jaman sekarang di jadikan pakan ayam adalah makanan sehari-hari Cikal bakal proklamator kemerdekaan ini. Jika berumtung ayah bisa membeli padi dari para petani, bukan beras seperti yang di jual di pasar-pasar.
Ayahnya seorang guru yang keras. Ia selalu menyuruh Soekarno kecil belajar menghafal abjad-abjad. Bahkan hingga berjam-jam terus-menerus.


Kenakalan Soekarno dan kerasnya sang ayah

Wajar anak-anak nakal. Tidak aneh bocah suka bermain-main. Nah, Sukarno kecil termasuk anak-anak kebanyakan. Yang membedakan barangkali, sikap orang tua menghadapi kenakalan anak. Yang membuat lain barangkali, setting situasi dan zaman yang berbeda.

Suatu hari sukarno kecil memanjat pohon jambu di pekarangan rumahnya, tidak sengaja ia menjatuhkan sarang burung. Ayahnya memarahinya dengan sangat keras.
"Kalau tidak salah aku sudah mengatakan padamu supaya menyayangi binatang.
Engkau dapat menerangkan arti kata-kata: 'Tat Twan Asi, Tat Twam Asi'?
Artinja 'Dia adalah Aku dan Aku adalah dia; engkau adalah Aku dan Aku adalah engkau'.
Dan apakah tidak kuadjarkan kepadamu bahwa ini mempunjai arti yang penting ?". amarah ayahnya.
Maksudnja, Tuhan berada dalam kita semua," jawab Soekarno dengan patuh.
Sekalipun Soekarno sudah meminta ma'af , bapaknya tetap memukul pantatnya dengan rotan

Dihari yang lain Soekarno diminta menjaga padi yang di jemur. Karena Soekarno kecil memiliki hasrat bermain ia meninggalkan padinya dan bermain di sungai mencari ikan. Padi yang di jemur ludes dipatok ayam. Ketika ayahnya melihat padi habis di makan ayam ia geram dan menyiapkan hukuman untuk Soekarno. Sepulang dari kali soekarno membawa seekor lele dan meminta ibunya memasaknya. Ayahnya yang tau ia sudah di rumah menyeretnya lalu memukul dengan kayu. Ibunya yang mencoba menyudahi juga ikut kena marah ayahnya. Lalu ibu mendekap Soekarno kecil dan mengajak melanjtkan memasak ikan. Sokarno terus mendekap ibunya karena ketakutan. walau sang ibu sambil memasak ikan ia terus menenangkan Soekarno kecil.

Mencintai Tanpa Bahasa

Sejak semula, keluarga si cantik tidak menyetujui hubungannya dengan sang pemuda. Mereka mengajukan alasan mengenai latar belakang keluarga si pemuda, bahwa jika si cantik memaksa terus bersama dengan sang pemuda, dia akan menderita seumur hidupnya, penderitaan yang mungkin tak dapat ia tanggungkan.

Karena tekanan dari keluarganya, si cantik jadi sering bertengkar dengan pacarnya. Si Cantik itu benar-benar mencintainya, dan dia terus-menerus bertanya, “Seberapa besar kamu mencintaiku?”

Sang pemuda tidak begitu pandai berbicara, dia selalu membuat si cantik marah. Dan komentar-komentar dari orangtuanya membuatnya bertambah kesal. Sang pemuda selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan sang pemuda selalu membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya…

Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia bermaksud meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi, dia melamar si cantik, “Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan kata-kata manis, tapi saya tahu bahwa saya mencintaimu. Jika kamu setuju, saya ingin menjagamu seumur hidupmu. Mengenai keluargamu, saya akan berusaha keras untuk meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan kita. Maukah kamu menikah denganku?”

Si cantik setuju, dan keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya merestui hubungan mereka. Sebelum pemuda itu berangkat, mereka bertunangan terlebih dahulu. Si cantik tetap tinggal di kampung halaman dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di LN.

Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon. Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan.

Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis sepulang dari kerja, si cantik tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri. Ketika siuman, dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat. Melihat air mata orangtuanya, dia berusaha untuk
menghibur mereka. Tetapi dia menemukan… bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali. Dia bisu. Menurut dokter kecelakaan tersebut telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat menjawab sepatah kata pun, cantik tersebut pingsan. Sepanjang hari hanya dapat menangis dan membisu.

Ketika akhirnya dia boleh pulang dari RS, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia kala. Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu. Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya. Dia tidak dapat memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya. Dia menulis sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tidak mau lagi menunggunya. Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin pertunangan mereka.
Mendapat surat dan telepon dari si pemuda, dia hanya bisa menitikkan air mata….

Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih bahagia.

Pindah ke tempat baru, si cantik mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan sang pemud.. Suatu hari sahabatnya memberitahukan bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarinya ke mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan di mana dia berada dan menyuruh pemuda itu untuk melupakannya.

Lebih dari setahun, tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si cantik menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum dalam undangan. Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul di hadapannya. Dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa, “Aku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat, agar dapat memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji kita, berikan aku kesempatan, biarkan aku menjadi suaramu.

I L O V E Y O U

Melihat bahasa isyarat tersebut, dan cincin pertunangannya, si cantik akhirnya tersenyum.

Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu., baru kamu akan belajar cara memberi. Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu., baru kamu akan belajar cara menghargai. Jangan pernah menyerah. Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar, mengandung banyak resiko.

Yakinlah pada dirimu ketika kamu berkata:

Aku mencintaimu.

"Mimpi"

Mataku terpejam
Tidur dalam gelap malam
Tak ada suara ku dengar
Tak ada cahaya berpijar

Disini ku terkurung
Terukurng dalam buai mimpin
Mimpi yang hinggap
Hinggap di setiap orang yang terlelap

Namun ku hanya bisa terpaku
Terpaku dalam lelapku
Terkurung dalam petak kamarku
Takmampu kulihat cahaya
Tak mampu melihat mentari

Hanya melihat sang mimpi
Mimpi yang datang dan pergi
Yang hinggap di setiap orang yang terlelap

Tenggelamnya Sang Putra Fajar

Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.

Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.

Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa-dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus

Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu

Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.

“Pak, Pak, ini Ega…”

Senyap.

Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.

Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.

Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.
Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.

Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.

“Hatta.., kau di sini..?”

Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.

“Ya, bagaimana keadaanmu, No?”

Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.

Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal.

“Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu?

Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.

Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.

Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.

Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani
.

Tenggelamnya Sang Putra Fajar

Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.

Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya.
Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.


Kuburannya Pun Tidak Boleh Dijenguk

Sejarah mencatat, sejak 1971 sampai 1979, makam Bung Karno tidak boleh dikunjungi umum dan dijaga sepasukan tentara. Kalau mau mengunjungi makam harus minta izin terlebih dahulu ke Komando Distrik Militer (KODIM). Apa urusannya KODIM dengan izin mengunjungi makam?

Saya bersama ibu saya dan beberapa saudara datang secara mendadak pergi ke Blitar dengan tujuan utama ziarah ke Makam Bung Karno. Tanpa ragu kita ikuti aturan dan akhirnya sampai ke pimpinannya yang paling tinggi. Saya ikut sampai di meja pemberi izin dan sudah ditentukan oleh kita bersama, bahwa salah satu saudara saya saja yang berbicara. Saya sendiri meragukan emosi saya, bisakah saya bertindak tenang terhadap isolasi kepada sebuah makam oleh Pemerintah atau rezim? Nah, ternyata meskipun tidak terlalu ramah, mereka melayani dengan muka seperti dilipat. Mungkin dengan menunjukkan muka seperti itu merasa bertambah rasa gagahnya terhadap rakyat biasa macam kami. Akhirnya semua beres dan kami mendapat sepucuk surat. Apa yang terjadi?

Sesampainya di makam kami turun dari kendaraan kami dan saya bawa surat izin dari KODIM. Surat itu kami tunjukan ke tentara yang jaga makam. Waktu tentara itu baca surat, saya terdorong untuk menoleh ke belakang. Terkejut saya. Selain rombongan sendiri, Ibu saya dan saudara-saudara, telah mengikuti kami sebanyak lebih dari tiga puluh orang, bergerombol. Mereka, orang-orang yang tidak kami kenal sama sekali, melekat secara rapat dengan rombongan kami. Saya lupa persis bagaimana, akan tetapi saya ingat kami memasuki pagar luar dan kami bisa mendekat sampai ke dinding kaca tembus pandang dan hanya memandang makamnya dari jarak, yang mungkin hanya sekitar tiga meter.

Para pengikut dadakan yang berada di belakang rombongan kami dengan muka berseri-seri, merasa beruntung dapat ikut masuk ke dalam lingkungan pagar luar itu. Ada yang bersila, memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangannya, posisi menyembah. Saya tidak memperhatikannya, tetapi jelas dia bukan berdoa cara Islam. Mereka khusyuk sekali dan waktu kami kembali menuju ke kendaraan kami, beberapa di antara mereka menjabat tangan dan malah ada yang menciumnya, membuat saya merasa risih.

Salah seorang dari mereka ini mengatakan bahwa dia sudah dua hari bermalam di sekitar situ di udara terbuka menunggu sebuah kesempatan seperti yang telah terjadi tadi. Tanpa kata-kata, saya merasakan getar hati rakyat, rakyat Marhaen kata Bung Karno! Mereka menganggap Bung Karno bukan sekedar Proklamator, tetapi seorang Pemimpin mereka dan seorang Bapak mereka. Apapun yang disebarluaskan dan berlawanan arti dengan kepercayaan mereka itu semuanya dianggap persetan. Dalam hubungan Bung Karno dengan Rakyat, tidak ada unsur uang berbicara.


Keyakinan banyak orang tentang kematian soekarno

Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderita lahir dan bathin. Anak-anaknya pun tidak dapat bebas mengunjunginya.

Permintaan dari tim dokter Bung Karno untuk mendatangkan alat-alat kesehatan dari Cina pun dilarang oleh Presiden Soeharto. “Bahkan untuk sekadar menebus obat dan mengobati gigi yang sakit, harus seizin dia, ” demikian Rachmawati Soekarnoputeri pernah bercerita

Valentine Lebih Spesial

Momen Valentine dapat Anda dan dia manfaatkan untuk meningkatkan kualitas hubungan. Meskipun sebenarnya, upaya membangun intimasi perlu dilakukan setiap hari, tapi terkadang orang butuh momen untuk mengingatkan kembali dirinya akan tanggung jawabnya membangun kebersamaan.

Agar hari Valentine berkesan, simak saran dari Millionaire Matchmaker Patti Stanger, perempuan yang sukses memakcomblangi para miliuner melalui reality show Millionaire Matchmaker.



1. Patuhi aturan mainnya.
Jangan perlakukan hari Valentine sebagai hal yang harus Anda lakukan, tapi hal yang ingin Anda lakukan untuk dan bersama orang tersayang. Tak perlu memikirkan momen menunjukkan kasih sayang ini terlalu serius, namun justru biarkan terjadi alami. Untuk menjalaninya secara alami, hindari sikap menuntut, fokus satu sama lain, dan tempatkan posisi si dia sebagai "raja" dan Anda sebagai "ratunya".

"Perempuan yang banyak menuntut tidak akan mendapat apapun. Yang tidak menuntut akan mendapat segalanya," jelas Stanger.

2. Berduaan di tempat tenang.
Merayakan Valentine yang terbaik adalah dengan berduaan di tempat tenang. Mulai dari kegiatan sederhana yang tak memakan biaya tinggi hingga makan malam romantis bahkan liburan ke luar kota. Intinya ciptakan memori bagi Anda dan dia.

Seperti berhenti di sebuah tempat parkir untuk melihat pemandangan, ditemani makanan dan minuman yang enak, sambil bermesraan. Sebagai alternatif lainnya, Anda bisa main bowling atau golf mini misalnya.

Untuk pasangan baru, jika anggaran terbatas, dan Anda sudah lebih dari dua kali berkencan dengan si dia, nonton di bioskop dapat jadi pilihannya. "Tapi sebaiknya, jadikan nonton film sebagai pilihan paling terakhir. Cari kesempatan kencan di mana Anda bisa lebih mengenal pasangan. Menonton tidak memberikan kesempatan ini," saran Stanger.

Sementara, berduaan untuk pasangan yang sudah lama berkencan, sebaiknya ciptakan kebersamaan di alam terbuka. Suasana alam baik untuk orang yang berkencan karena otak akan menyerap oksigen lebih cepat dan membuat Anda lebih merasa jatuh cinta. Anda bisa memancing sambil piknik, makan di pegunungan teh atau pinggir laut, menaiki bukit. "Tapi jangan lakukan ini di kencan pertama karena akan memberikan kesan negatif seperti pasangan terlalu berhemat atau curiga karena mengajak ke tempat sepi," jelasnya.

Bagi pasangan suami istri, hubungan seks yang membara dalam suasana romantis dan berbeda dari biasanya juga dapat jadi pilihan.

3. Makan malam lebih istimewa.
Menurut Stanger, makan malam romantis lebih memberikan kesan daripada membelanjakan uang Anda untuk membelikan bunga. Pilih makan malam romantis di sebuah restoran yang tidak ramai dan memiliki suasana dan pemandangan yang indah. Jangan berkencan di restoran buffet atau fast food. Suasana tenang dan romantis itu akan membuat pasangan saling mengenal lebih baik. Gunakan momen ini untuk saling menyuapi makanan kecil seperti mousse cokelat, minum sedikit cocktail atau wine dan berpandang-pandangan.

Makan malam di dekat pantai, danau atau dalam ketinggian juga akan meningkatkan nuansa romansa dan membuat Anda lebih jatuh cinta. Termasuk saat menikmati kebersamaan di ketinggian seperti di pegunungan atau bukit. "Semua yang di ketinggian akan membuat Anda merasa sedang jatuh cinta," kata Stanger.

Soal makan malam, Stanger menjelaskan bedanya makan malam di restoran dan membuat sendiri di rumah. Jika pasangan tidak pernah menghabiskan uang untuk mentraktir Anda, jangan pernah buatkan dia makan malam spesial. Namun jika ia telah menghabiskan uang untuk Anda, bolehlah Anda buatkan dia makan malam.
"Jadi, jika ia selama ini pelit, jangan habiskan uang dan waktu untuk memberikannya makan malam spesial buatan sendiri," saran Stanger.

4. Jangan asal berikan hadiah.
Menurut Stanger, hadiah terbaik bagi perempuan ada tiga: perhiasan, perhiasan dan perhiasan. Perhiasan menunjukkan perhatian, kasih sayang, cinta dan bukti pasangan mau mengeluarkan uang untuk sang kekasih. Emas putih juga oke. Namun dalam hubungan, hadiah perhiasan dimulai secara bertahap: mulai dari anting ataugiwang, lalu gelang, kalung dan terakhir, cincin. Hadiah terbaik bagi pria adalah jam tangan yang berkualitas bagus. Pria adalah kolektor jam, tidak cukup satu atau dua. Jangan pernah membelikan kaos kaki atau sepatu.

Jika anggaran terbatas, Anda bisa memberikan hadiah yang tak terlalu mahal tapi berkelas. Untuk pria, baiknya pena yang elegan dan indah atau sesuatu yang ia bisa selalu bawa. Sementara untuk perempuan, Stanger menyarankan cermin mungil yang memiliki hiasan cantik, atau sesuatu yang cantik untuk dimasukkan dalam tas tangan.

Bunga, cokelat atau permen adalah hal yang umum dan jadikan ini sebagai pilihan terakhir. Cari ide lain yang menarik dan tak memakan biaya tinggi, misalnya membuat kupon bikinan sendiri yang menyebutkan hal-hal menyenangkan dan romantis yang bisa didapatkan pasangan.

Stanger menyebutkan sejumlah hadiah Valentine yang sebaiknya dihindari, di antaranya:
* Boneka teddy bear dengan inisial nama, hal ini terlalu kekanak-kanakan.
* Kartu ucapan. Ini bahkan lebih buruk daripada sekotak cokelat atau setangkai bunga.
* Pakaian dalam. Hadiah ini kuno dan klise, dan menunjukkan pasangan egois karena pakaian dalam bukan merupakan hadiah yang tepat diberikan saat momen khusus.

Dalam memberikan hadiah Valentine, Stanger juga menjelaskan aturan alokasi dana. Kuncinya tidak memaksakan diri namun seimbangkan dengan pendapatan.
"Jika berpenghasilan ratusan juta, alokasikan puluhan juta. Jika gajinya puluhan juta, alokasikan beberapa juta. Yang gajinya jutaan, alokasikan beberapa ratus ribu. Kalau masih kuliah atau hidup pas-pasan atau baru dipecat, Anda harus kreatif. Pergi saja piknik di pinggir pantai atau perbukitan, atau taman yang indah, sambil makan cupcakes," sarannya.

Satu lagi, hadiah yang mungkin saja terlintas di benak Anda, sex toy. Soal ini Stanger berpendapat, kalau tujuannya ingin "memanaskan" hubungan di atas ranjang, boleh saja. Namun sebaiknya, pergi bersama pasangan saat membeli sex toy, masing-masing pilih satu. "Vibrator bisa jadi pilihannya," saran Stanger. Atau belikan dia buku atau video Kama Sutra.

5. Lakukan dengan elegan dan perencanaan.
Ajak si dia melewatkan momen kebersamaan dengan cara langsung, termasuk melalui telepon. Jangan pakai SMS atau messenger. Perempuan jatuh cinta berkat suara. "Kalau Anda tidak menelepon atau berbicara langsung, ia tidak bisa membaca suara dan bisa saja kehilangan minat. Lagi pula, SMS dan messenger sangat tidak sopan, tidak pribadi dan seperti sedang pesan antar pizza saja," saja Stanger.

Jika memutuskan makan malam romantis di luar rumah, lakukan dengan penuh perencanaan. Lakukan pemesanan tempat di restoran yang Anda dan dia pilih. Lagi-lagi, Stanger mengingatkan, seberapa pun minimnya anggaran pilih restoran yang lebih baik dari tempat makan cepat saji. "Datang ke tempat makan yang sudah dipesan akan membuat pasangan merasa spesial," jelasnya.

Selain itu, perlakuan pria sejati yang boleh jadi terkesan kuno, didamba kaum hawa di momen seperti ini. Sebut saja, membukakan pintu mobil atau pintu restoran, menarik kursi untuknya, atau hal-hal penuh perhatian lainnya.

Sumber: Sony Entertainment Television