TERKADANG KITA HARUS MENANGIS DALAM HIDUP INI

Banyak manusia sering merasa kuat dan tegar, bahkan kalau di tanya pernahkah menangis? di jawabnya tidak, Namun kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.

Jangan putus asa !! Bangkitlah !!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?

Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri?Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!

Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!

Ayah yang selalu mengasihimu, ,

Arti Kesempurnaan

Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."

Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""

Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

Kasih Ibu Sepanjang Masa


Pepatah mengatakan, "kasih ibu sepanjang masa." Apa pun akan dilakukan seorang ibu, untuk membahagiakan buah hatinya. Termasuk, berkeliling kota semalaman menjelang Natal, agar ia bisa membeli hadiah yang layak untuk anak-anaknya!

Kisah ini terjadi di Italia bagian utara. Pada tanggal 24 Desember 2009, seorang ibu sudah menyiapkan banyak hadiah. Rencananya, ia akan meletakkan kado-kado itu di bawah pohon natal, segera setelah kedua anak balitanya tidur. Ia membayangkan, esok pagi setelah terbangun dari mimpi indah, anak-anaknya akan membuka kado natal yang telah ditunggu-tunggu dengan gembira.

Agar tidak ditemukan sebelum waktunya, si ibu sengaja menyembunyikan hadiahnya di ruang penyimpanan barang (gudang) bawah tanah. Apa yang terjadi? Hadiah itu memang tidak ditemukan oleh anak-anak. Namun pencuri menemukan dan mengambilnya! Kado-kado yang sudah disiapkannya itu, lenyap tanpa bekas. Begitu menyadari hal ini, ia pun segera bergegas ke luar rumah, kemudian pergi mengelilingi seluruh penjuru kota, untuk mencari hadiah pengganti.

Sayangnya, ibu ini tinggal di kota kecil. Maka, ia kesulitan menemukan toko mainan yang buka hingga larut malam. Polisi yang sedang patroli malam menemukannya dalam keadaan panik, di sebuah toko kecil, yang terdapat di dalam kompleks stasiun pengisian bahan bakar umum 24 jam.

Setelah mendengarkan cerita si ibu, polisi yang baik hati ini memutar otaknya untuk membantu. Maka, ia menelepon toko mainan di kota kecil, dekat Turin (Torino). Pemilik toko itu mengerti situasi si ibu dan ia setuju untuk membuka tokonya pada pukul 4 dini hari. Jadi, si ibu dapat membeli dan menyiapkan kado yang layak untuk anak-anaknya.

Betapa lega dan bahagianya hati ibu itu. Senyum gembira anak-anaknya pun kembali terbayang di benaknya...

"sibodoh" Putus cinta

Lama nian aku tak menulis kehidupan "sibodoh". sedikit mencari inspirasi untuk cerita si bodoh.

kini apa lagi yang aku rasakan tak seperti yang kuharap, kehilangan cita merupakan pukulan besar bagiku. Yang lebih mengecewakan lagi, aku tak mampu menjadikan harapan papa mama menjadi kenyataan.

Itu sedikit keluh kesah dari sibodoh yang terucap berulangkali. aku yang mendengarnya pun sampe jenuh. Tak lagi harapan tujuan dan cita yang terpancar dari mata si bodoh. ya begitulah gambaran sebegitu mengenaskannya si bodoh di tinggal cinta. memang lebay si bodoh.
Rasa kecewa itu sangat berimbas dalam kehidupan sibodoh, mulai dari study, hingga kehidupan sosialnya. Dia bermalasan kuliah, sehingga dia terpaksa melepas kuliahnya. hingga dia malas bercengkrama dengan orang-orang sekitar. dia sering sendiri dan berdiam diri dalam kamar.

sebagai teman aku hanya bisa mengingatkan dia untuk makan, untuk bangkit dalam keterpurukan.

Dia pernah cerita. dia tak menyesal wanita yang ia sayang memilih orang lain. karena dia senang dengan senyum di wajah wanita itu. yang dia sesalkan bukan pengorbannya untuk wanita. tapi yang ia sesalkan adalah kesalahannya bertindak lebih dari sekedar pacaran. dan karena itu ia meletakan hati sepenuhnya pada wanita itu. dan karena wanita itu tak mikirkan apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua. Sibodoh kecewa telah melakukan itu kepada wanita ini.

Dan yang aku heran wanita ini begitu mudah melupakan apa yang terjadi di antara mereka berdua waktu itu.

cinta dan perkawinan

Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa mendapatkannya?”


Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum terbentang luas di depan sana. Berjalanlah maju tanpa boleh berbalik atau mundur kembali. Jika kamu menemukan satu berkas yang menurutmu paling mengagumkan, ambillah. Itu artinya engkau telah menemukan cinta.”


Plato berjalan menyusuri ladang gandum dan akhirnya kembali dengan tangan kosong. Gurunya bertanya, “Mengapa engkau tidak membawa satu berkas pun?” Plato menjawab,


“Sebab saya hanya boleh membawa satu berkas saja, dan pada waktu berjalan tidak boleh berbalik ataupun mundur kembali. Sebenarnya saya telah menemukan satu berkas yang paling mengagumkan, tetapi saya tak tahu apakah ada berkas yang lebih mengagumkan lagi di depan sana, jadi tidak saya ambil berkas tersebut. Ketika saya melanjutkan perjalanan lebih jauh, baru saya sadari bahwa berkas-berkas yang saya dapati kemudian tidak sebagus berkas yang tadi. Jadi pada akhirnya saya tidak mengambil satu berkas pun.”


Gurunya menjawab, “Ya itulah cinta.”


Di lain waktu, Plato bertanya pula kepada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa mendapatkannya?”


Gurunya menjawab, “Ada hutan yang subur lebat terbentang di depan sana. Berjalanlah maju tanpa boleh berbalik atau mundur kembali. Jika kamu menemukan satu pohon yang menurutmu paling elok, tebanglah. Itu artinya engkau telah menemukan perkawinan.”


Plato berjalan, dan kemudian kembali dengan membawa sebatang pohon. Pohon yang dibawanya bukanlah pohon yang teramat elok, segar dan rimbun, tidak juga yang paling tinggi; melainkan biasa-biasa saja.


Gurunya bertanya, “Mengapa kamu menebang pohon macam itu?” Plato pun menjawab,


“Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya, setelah menjelajah seluruh hutan, ternyata nantinya saya akan kembali dengan tangan kosong. Jadi, ketika saya melihat pohon ini, saya pikir ia cukup baik dan saya menyukainya, maka saya putuskan untuk menebangnya dan membawanya ke sini. Saya tak hendak kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.”


Gurunya pun menjawab, “Dan ya itulah perkawinan.

Berhati-hatilah dalam bertindak

Suatu hari, ketika saya masih duduk di kelas satu SMA, saya melihat seorang anak dari kelas saya berjalan pulang dari sekolah. Namanya Kyle. Sepertinya ia menenteng semua bukunya. Lalu saya berpikir, "Kenapa ada orang yang masih mau membawa bukunya pulang pada hari Jumat. Pasti dia anak yang aneh, karena kalau saya, setiap akhir pekan acara saya pasti sudah padat terencana, ya pesta, pertandingan sepak bola, dan lain-lain. Jadi, sambil menggelengkan kepala, aku terus melangkah.



Tiba-tiba saya melihat sekelompok anak kecil berlari ke arahnya, dan dengan sengaja menabraknya. Bukunya berhamburan, dan ia pun jatuh ke tanah berlumpur. Kacamatanya melayang jatuh ke rerumputan, kira-kira 10 kaki jauhnya dari tempat di mana ia jatuh. Ia menatap ke atas, dan kulihat kesedihan yang amat mendalam di wajahnya. Hatiku tergerak, dan merasa kasihan kepadanya.



Aku melangkah perlahan menghampirinya. Sambil merangkak, ia melihat ke sekeliling, mencari kacamatanya. Kulihat matanya berlinang. Kuambil kacamatanya, dan kuberikan kepadanya.



"Anak-anak tersebut memang sangat nakal," kataku kepadanya.



Ia menatapku dan berucap lembut: "Hey, terima kasih" Ia tersenyum lebar.



Itulah senyuman tertulus, tanda ucapan terima kasih, yang pernah kulihat selama ini. Aku bantu dia mengumpulkan buku-bukunya yang berserakan, sambil kutanya di mana ia tinggal. Ternyata, dia tinggal dekat rumahku. Aku lalu bertanya, kalau dia memang tinggal di dekat rumahku, bagaimana mungkin aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Ia bercerita bahwa sebelumnya, ia sekolah di sebuah sekolah swasta. Aku memang belum pernah bergaul dengan anak dari sekolah swasta sebelumnya.



Sepanjang jalan ia bercerita, sementara buku-bukunya kubawakan. Ternyata, ia anak yang manis juga. Aku tanyai apakah dia mau bermain sepakbola bersama saya, dan ia menjawab :"Ya," dengan bersemangat.



Kami jalan bersama sepanjang akhir pekan, dan ternyata, semakin kukenal Kyle, semakin suka aku padanya. Teman-temanku juga menyukainya. Hari Senin tiba, dan kulihat Kyle dengan setumpuk bukunya lagi. Kudekati dia dan kukatakan sambil bercanda:



"Gila kamu, Kyle! Kamu bisa mengencangkan otot-ototmu dengan mengangkut buku-bukumu setiap hari." Ia cuma tertawa dan memberikan separuh bukunya kepadaku.



Selama empat tahun kemudian, kami terus bersahabat. Ketika kami sudah duduk di kelas senior, dan kami harus mulai memikirkan tentang universitas, Kyle memutuskan untuk melanjutkan ke Georgetown, dan saya berencana ke Duke. Saat itu saya tahu, bahwa persahabatan kami akan terus abadi, dan bahwa jarak yang memisahkan kami tidak akan menjadi penghalang. Ia akan menjadi seorang dokter, dan saya akan mengambil jurusan bisnis, karena saya mendapatkan beasiswa dari kegiatan sepakbola saya.



Kyle memang seorang bintang kelas dan aku bahkan sering menggodanya sebagai kutu buku. Sebagai bintang kelas, ia harus menyiapkan pidato perpisahannya. Pada saat-saat seperti itu, aku bersyukur, bukan aku yang harus berdiri di mimbar dan berpidato.



Persis pada hari wisuda kami, aku lihat Kyle tampak begitu gagah. Benar-benar seorang anak SMA yang kerja keras dan berhasil yang sungguh patut dicontoh. Teman ceweknya banyak. Dalam hal yang satu ini aku sering iri padanya. Tapi aku juga melihat bahwa ia sangat gelisah menjelang saat pidatonya.



Maka aku dekati dia, dan kutepuk punggungnya: "Hai, kawan! Pasti OK."



Dia terdiam melihatku dengan tatapan yang sungguh penuh terima kasih, lalu katanya dalam-dalam: "Terima kasih."



Ketika hendak memulai pidatonya, dia mengambil nafas dalam-dalam, dan mulai berkata: "Wisuda adalah saat untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kita melewati masa-masa yang berat. Orangtua kita, guru-guru, teman sekamar, mungkin para tutor, tetapi yang paling banyak adalah teman. Saya berdiri di sini dan akan menceritakan sebuah kisah nyata."



Aku menatapnya dengan rasa tidak percaya pada apa yang kemudian kudengar. Ia bercerita bahwa suatu hari ia merasa sangat berputus asa, hingga ia berniat hendak bunuh diri di akhir minggu. Ia mulai dengan mengosongkan lockernya supaya mamanya tidak perlu repot nantinya, dan ia mengangkut semua bukunya pulang. Sambil terus bercerita, ia menatapku sambil tersenyum.



"Untungnya, saya diselamatkan. Seorang teman saya menyelamatkan saya dari rencana putus asa tersebut."



Saya menangkap getaran dalam suaranya, dan ia terdiam mengambil nafas dan mengatur emosinya kembali. Saya juga menangkap emosi para hadirin, hampir semua menahan nafas dan terhanyut dalam cerita tersebut. Semua mata menatap pemuda pintar dan tampan yang sungguh populer itu menceritakan kenangannya tatakala melewati masa yang paling sulit dalam hidupnya. Saya juga melihat orangtuanya melihat ke arahku dengan tersenyum. Belum pernah aku merasakan rasa haru yang begitu mendalam.



Jadi, jangan sekali-kali meremehkan tindakan yang Anda lakukan. Bahkan dengan tindakan kecil-pun Anda dapat saja mengubah hidup orang lain. Dan ketahuilah, sahabat adalah malaikat yang mengangkat kita tatkala kita lupa bagaimana caranya terbang!