7 Kesalahan Kencan Pertama

Kencan pertama Anda tak pernah berlanjut ke kencan kedua? Jangan langsung menyalahkan pasangan kencan Anda, karena bisa saja, justru Anda sumber masalahnya.



Coba baca daftar di bawah ini. Adakah yang pernah Anda lakukan?





Berniat buruk
Memulai sesuatu dengan niat buruk (termasuk juga bermain-main) tak akan berjalan baik. Jika Anda memang belum siap berkomitmen, lebih baik cari kegiatan lain, dan jangan menyakiti atau mengorbankan perasaan orang lain.

Membicarakan mantan
Secara tidak sadar, masa lalu yang berkesan masih tertera jelas di ingatan. Jika disimpan untuk diri sendiri, tentunya tak ada masalah. Namun jika nama mantan menjadi topik utama dalam kencan pertama Anda, tentu itu tidak baik. Bisa jadi Anda malah dianggap tidak menghargai teman kencan dan membuatnya tak lagi tertarik bagi Anda.

Membicarakan masa depan
Masa depan hubungan bukan topik yang baik untuk dibicarakan saat kencan pertama. Kencan pertama adalah fase perkenalan. Jika belum apa-apa Anda sudah membicarakan rencana pesta pernikahan, bisa jadi itu malah akan membuat pasangan kencan mundur perlahan.

Menginterogasi
Mengenal lebih jauh bukan berarti menginterogasi. Terobsesi akan hal detail mengenai pasangan kencan bukanlah hal yang bijaksana. Biarkanlah waktu yang membuat Anda dan dia semakin mengenal. Anda kan bukan detektif, jadi tidak perlu mengajukan banyak pertanyaan mengenai kehidupan pribadinya pada kencan pertama.

Berpura-pura
Merasa tidak percara diri dengan diri sendiri lalu memutuskan untuk memakai topeng? Hmm, Anda hanya akan sibuk menutupi kebohongan yang satu dengan kebohongan lain. Memulai suatu hubungan hendaklah berdasarkan kejujuran. Tidak menjadi diri sendiri di kencan pertama akan membuat Anda kesulitan di kemudian hari.

Obral diri
Terlalu lama menjomblo membuat Anda menilai diri sendiri terlalu “murah”. Anda rela menjadi apa saja yang dikehendaki pasangan kencan walau itu bertentangan dengan nilai-nilai yang Anda anut demi status. Hal ini justru membuat diri Anda terlihat rendah di mata pasangan kencan.

Mengabaikan tanda bahaya
Setelah kencan, tak ada lagi telepon atau pesan singkat dari si dia, yang membuat Anda penasaran. Oleh karena itu Anda justru meneror pasangan kencan dengan menelepon atau meninggalkan pesan singkat di ponselnya. padahal, bisa jadi perilakuknya karena memang dia tak tertarik pada Anda. Ketimbang dianggap mengganggu bahkan meneror, lebih baik bersikap lebih peka. Jika memang tidak ada timbal balik yang positif darinya, lebih baik cari orang lain yang bisa menerima Anda apa adanya.

Semoga kesalahan umum di atas tidak lagi Anda ulangi!

Sejarah Kerajaan Yogyakarta

Pada tahun 1740 terjadi pemberontakan Tionghoa dan belanda di batavia. Sepuluhribu orang Tionghoa mati dan yang lainnya melarikan diri ke Jawa Tengah. Pemberontak Mataram yang saat itu Paku Buwono II menjadi rajanya.

Raden Mas Garendi yang mengklaim keturunan sah dari Amangkurat II (raja yang digantikan adiknya Paku Buwono I) yang di bantu Orang Tionghoa menggempur kraton. Namun Belanda berhasil menggagalkan. Untuk membayar pihak belanda, Paku Buwono II harus membayar dengan memberi hak Belanda membuat mata uang sendiri, dan mendirikan garnisun-garnisun militer di Mataram.

Karena kerusakan akibat perang itu Kerajaan mataram di Kartasura di pindahkan ke Surakarta tahun 1744.
Pada tahun 1749 Paku Buwono II meninggal dan di gantikan putranya Paku Buwono III.

Masih terjadi pemberontakan dari Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi (adik Paku Buwono II).
Namun timbul perselisihan antara  kedua pemberontak yang berakibat perlawanan mereka menjadi lemah.
Kesempatan itu digunakan VOC untuk mengadakan perundingan yang di sebut Perjanjian Gianti, 1755.
Belanda membagi wilayah di sebelah timur Kali Opak dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Pakubuwana III) dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah di sebelah barat (Kesultanan Mataram lama) diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Ngayogyakarta.

Berdasarkan perundingan 22-23 September 1754 dan surat persetujuan Paku Buwono III maka pada 13 Februari 1755 ditandatangani 'Perjanjian di Giyanti yang kurang lebih poin-poinnya, seperti dikemukakan Soedarisman Poerwokoesoemo, sebagai berikut:

Pasal 1
Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan Hamengku Buwono Senopati Ingalaga Ngabdurrahman Sayidin Panotogomo Kalifattullah di atas separo dari Kerajaan Mataram, yang diberikan kepada beliau dengan hak turun temurun pada warisnya, dalam hal ini Pangeran Adipati Anom Bendoro Raden Mas Sundoro.

Pasal 2
Akan senantiasa diusahakan adanya kerjasama antara rakyat yang berada dibawah kekuasaan Kumpeni dengan rakyat Kasultanan.

Pasal 3
Sebelum Pepatih Dalem (Rijks-Bestuurder) dan para Bupati mulai melaksanakan tugasnya masing-masing, mereka harus melakukan sumpah setia pada Kumpeni di tangan Gubernur.Intinya seorang patih dari dua kerajaan harus dikonsultasikan dengan Belanda sebelum kemudian Belanda menyetujuinya.

Pasal 4
Sri Sultan tidak akan mengangkat/memberhentikan Pepatih Dalem dan Bupati, sebelum mendapatkan persetujuan dari Kumpeni.Pokok pokok pemikirannya itu Sultan tidak memiliki kuasa penuh terhadap berhenti atau berlanjutnya seorang patih karena segala keputusan ada di tangan Dewan Hindia Belanda.

Pasal 5
Sri Sultan akan mengampuni Bupati yang selama dalam peperangan memihak Kumpeni.

Pasal 6
Sri Sultan tidak akan menuntut haknya atas pulau Madura dan daerah-daerah pesisiran, yang telah diserahkan oleh Sri Sunan Paku Buwono II kepada Kumpeni dalam Contract-nya pada tanggal 18 Mei 1746. Sebaliknya Kumpeni akan memberi ganti rugi kepada Sri Sultan 10.000 real tiap tahunnya.

Pasal 7
Sri Sultan akan memberi bantuan pada Sri Sunan Paku Buwono III sewaktu-waktu diperlukan.

Pasal 8
Sri Sultan berjanji akan menjual kepada Kumpeni bahan-bahan makanan dengan harga tertentu.

Pasal 9
Sultan berjanji akan mentaati segala macam perjanjian yang pernah diadakan antara raja-raja Mataram terdahulu dengan Kumpeni, khususnya perjanjian-perjanjian 1705, 1733, 1743, 1746, 1749.

Penutup
Perjanjian ini dari pihak VOC ditanda tangani oleh N. Hartingh, W. van Ossenberch, J.J. Steenmulder, C. Donkel, dan W. Fockens. "

Perlu ditambahkan Pepatih Dalem (Rijks-Bestuurder/Chief of Administration Officer) dengan persetujuan residen/gubernur adalah pemegang kekuasaan eksekutif sehari hari yang sebenarnya (bukan di tangan Sultan).


Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati.

Pembangunan ibu kota Kasultanan Ngayogyakarta ini membutuhkan waktu satu tahun. Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta.

Apa Tuhan itu Ada?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada termasuk alam semesta? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab si Profesor Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

” Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja gelap itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam.

Jikaulau hatimu hampa panggilah Tuhan Allahmu, Dan Tuhan akan hadir, maka Dia akan selalu membimbingmu, memecahkan semua masalahmu dan menyelamatkanmu dari kegelapan dan kejahatan.

Jendela

Dua orang pria, keduanya sakit parah, menempati kamar rumah sakit yang sama. Satu orang diizinkan untuk duduk di tempat tidurnya selama satu jam sehari untuk mengeringkan cairan dari paru-parunya. Tempat tidurnya di samping jendela hanya ruangan itu. Orang lain harus menghabiskan seluruh waktu dengan berbaring.

Para pria berbicara selama berjam-jam. Mereka berbicara tentang istri-istri mereka dan keluarga, rumah mereka, pekerjaan mereka, keterlibatan mereka dalam pelayanan militer, di mana mereka telah berlibur. Dan setiap sore ketika pria di ranjang di samping jendela bisa duduk, ia akan melewatkan waktu dengan menjelaskan kepada rekan sekamarnya semua hal yang ia bisa melihat ke luar jendela.

Pria di tempat tidur lain akan mendengarkan untuk satu jam periode, di mana dunianya akan dimeriahkan oleh semua kegiatan dan warna dunia luar. Dari jendela terlihat sebuah taman dengan danau yang indah. Bebek dan angsa bermain di air sementara anak-anak berlayar dengan kapal mereka. Pejalan kaki bergandengan di tengah, bunga dari setiap warna pelangi, pohon-pohon tua besar menghiasi, dan pemandangan indah dari kota bisa terlihat di kejauhan. Orang dekat jendela menjelaskan semua detail keindahan, pria di sisi lain ruangan akan menutup mata dan membayangkan pemandangan indah.

Suatu sore yang hangat pria di dekat jendela menggambarkan sebuah parade yang lewat. Meskipun orang sebelahnya tidak bisa mendengar band, dia bisa melihat dalam benaknya sebagaimana pria di dekat jendela menggambarkan dengan kata-kata deskriptif. Tanpa diduga, sebuah pikiran asing memasuki kepala: Mengapa kami semua senang melihat semuanya, sementara aku tak pernah bisa melihat sesuatu? Ini tidak adil. Sebagai pikiran difermentasi, pria merasa malu pada awalnya. Tapi seperti hari-hari berlalu dan ia merindukan melihat pemandangan yang lebih, iri nya berkembang menjadi kebencian dan segera berbalik menjadi kesedihan. Dia mulai merenung dan dirinya tidak bisa tidur. Ia harus dengan jendela itu - dan pikiran itu sekarang dikendalikan hidupnya.

Pada suatu malam, saat ia berbaring menatap langit-langit, pria dekat jendela mulai batuk. Dia tersedak cairan dalam paru-parunya. Orang lain yang menyaksikan di ruang remang-remang sebagai orang berjuang dengan jendela mencari-cari tombol untuk meminta bantuan. Mendengarkan dari seberang ruangan, ia tidak pernah pindah, tidak pernah menekan tombolnya untuk memanggil perawat. Dalam waktu kurang dari lima menit, batuk dan tersedak berhenti, bersama dengan suara napas. Sekarang, hanya ada keheningan - hening.

Keesokan paginya, hari perawat datang untuk membawa air untuk mandi mereka. Dan ia menemukan tubuh tak bernyawa pria dekat jendela, ia sedih ketika petugas rumah sakit mengambilnya. Orang itu bertanya apakah ia bisa dipindahkan di sebelah jendela. setelah di pindahkan dan setelah memastikan dia nyaman, dia meninggalkan dia sendirian.

Perlahan-lahan, menyakitkan, ia bertumpu dengan satu siku untuk melihat pertamanya. Akhirnya, ia akan memiliki sukacita melihat itu semua sendiri. Dia tegang perlahan-lahan beralih ke melihat keluar jendela di samping tempat tidur. Ini menghadapi dinding kosong.

Moral dari cerita:

Mengejar kebahagiaan adalah masalah pilihan. Itu adalah sikap positif kita secara sadar memilih untuk mengekspresikan. Kebahagiaan bukan hadiah yang akan dikirimkan ke depan pintu kami setiap pagi, juga tidak datang melalui jendela. Dan saya yakin bahwa keadaan kita adalah hanya sebagian kecil dari apa yang membuat kita gembira. Jika kita menunggu mereka untuk mendapatkan kebahagiaan, kita tidak akan pernah menemukan sukacita abadi.

Mengejar kebahagiaan adalah suatu perjalanan batin. Pikiran kita seperti program, menunggu kode yang akan menentukan perilaku; seperti kubah bank yang menunggu deposito kita. Kita rutin deposito pikiran positif, mendorong, dan semangat, jika kita terus menggigit bibir kita sebelum kita mulai menggerutu dan mengeluh, jika kita menghancurkan pikiran negatif yang tampaknya tidak berbahaya, kita akan menemukan bahwa ada banyak waktu untuk bersukacita.

Tekad dan Ketekunan

Pada tahun 1883, seorang insinyur kreatif bernama John Roebling terinspirasi oleh ide untuk membangun jembatan yang spektakuler yang menghubungkan New York dengan Long Island. Namun para ahli pembangunan jembatan di seluruh dunia berpikir bahwa ini adalah prestasi yang mustahil dan mengatakan Roebling untuk melupakan gagasan tersebut. Itu tidak bisa dilakukan. Itu tidak praktis. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

Roebling tidak bisa mengabaikan visi jembatan yang ada dalam pikirannya. Dia berpikir tentang hal itu sepanjang waktu dan ia tahu jauh di dalam hatinya bahwa hal itu bisa dilakukan. Dia hanya harus berbagi mimpi dengan orang lain. Setelah banyak diskusi dan persuasi ia berhasil meyakinkan putranya Washington, bahwa jembatan sebenarnya dapat dibangun.

Bekerja sama untuk pertama kalinya, ayah dan anak mengembangkan konsep tentang bagaimana hal itu bisa dicapai dan bagaimana hambatan dapat diatasi. Dengan kegembiraan besar dan inspirasi, dan headiness dari tantangan liar, mereka mempekerjakan kru mereka dan mulai membangun jembatan impian mereka.

Proyek ini dimulai dengan baik, tetapi ketika itu hanya berlangsung beberapa bulan kecelakaan tragis mengambil kehidupan John Roebling. penyakit strok yang mengakibatkan dia tidak mampu berjalan atau berbicara atau bahkan bergerak.


"Kami mengatakan kepada mereka"
"orang gila dan impian mereka."
"Ini` bodoh untuk mengejar visi liar mereka. "

Setiap orang memiliki komentar negatif untuk membuat dan merasa bahwa proyek tersebut harus dibatalkan karena Roeblings adalah satu-satunya yang tahu bagaimana jembatan itu dapat dibangun. Meskipun cacatnya Washington tidak pernah berkecil hati dan masih memiliki hasrat yang membara untuk menyelesaikan jembatan dan pikirannya masih setajam sebelumnya.

Dia mencoba untuk menginspirasi dan menunjukan antusiasme pada beberapa teman-temannya, tapi mereka terlalu gentar dengan beban yang harus di tanggung. Ketika ia terbaring di tempat tidurnya di kamar rumah sakit, dengan sinar matahari menerobos jendela, angin sepoi-sepoi meniup tirai putih tipis terpisah dan dia dapat melihat langit dan puncak-puncak pohon-pohon di luar untuk sesaat.

Tampaknya ada pesan untuknya untuk tidak menyerah. Tiba-tiba sebuah ide memukulnya. Yang bisa ia lakukan adalah memindahkan satu jari dan ia memutuskan untuk menggunakan itu. Dengan bergerak ini, ia perlahan-lahan menyampaikan sebuah kode komunikasi dengan istrinya.

Dia menyentuh lengan istrinya dengan jari itu, menunjukkan kepadanya bahwa ia ingin istrinya untuk menghubungi para insinyur lagi. Kemudian ia menggunakan metode yang sama menekan lengannya untuk memberitahu apa yang harus dilakukan insinyur. Rasanya bodoh tapi proyek ini berjalan lagi.

Selama 13 tahun Washington mengetukkan perintahnya dengan jari-Nya di lengan istrinya, sampai jembatan itu akhirnya selesai. Hari ini Brooklyn yang spektakuler berdiri. Jembatan dalam segala kemuliaan sebagai penghargaan untuk kemenangan semangat gigih seorang pria dan tekadnya untuk tidak dikalahkan oleh keadaan. Ini juga merupakan penghargaan untuk para insinyur dan kerja tim mereka, dan untuk kepercayaan mereka pada seorang pria yang dianggap gila oleh separuh dunia. jembatan itu sebagai monumen nyata untuk cinta dan kesetiaan istrinya yang selama 13 tahun yang sabar  memahami pesan suaminya dan memberitahu apa yang harus dilakukan insinyur.

Mungkin ini adalah salah satu contoh terbaik dari sikap never-say-die yang mengatasi suatu cacat fisik yang mengerikan dan mencapai tujuan yang mustahil.

Seringkali ketika kita menghadapi hambatan dalam hidup sehari-hari, rintangan kita tampaknya sangat kecil dibandingkan dengan apa yang banyak orang lain harus hadapi. Jembatan Brooklyn menunjukkan kepada kita bahwa mimpi yang tampaknya mustahil dapat diwujudkan dengan tekad dan ketekunan, tidak peduli apa kemungkinannya.

Bahkan mimpi yang paling jauh dapat direalisasikan dengan tekad dan ketekunan.

Matematika kunci dasar kesuksesan

Nek koe iso matematika, pelajaran opo wae gampang!  (kalau kamu bias matematika, pelajaran apa saja mudah). Kata ayah saya sewaktu saya kecil.

Secara logika ini memang tak masuk akal. Walau pandai matematika bagaimana bisa di hubungkan dengan pelajaran bahsa Indonesia misalnya. Apalagi di tambah pelajaran matematika yang menjenahkan dan sulit. Hal  itu membuat Matematika menduduki peringkat pertama pelajaran paling tidak di sukai di Indonesia.
Perlu kita pahami matematika di gunakan sebagai segi kehidupan mulai dari makan sampai baju. Bahkan kita berbicara dengan orang lain pasti menyangkut matematika.

Mulyono Abdurahman mengemukakan bahwa matematika adalah suatu cara untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia; suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang betuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung, dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.

Dari pendapat  Mulyono Abdurahman dapat di simpulkan bahwa matematika melatih
  1. Pemecahan masalah
  2. Pengumpulan data atau informasi
  3. Menerapkan bentuk dan ukuran
  4. Menghubungkan atau sinkronisasi pikiran

Jims Simons adalah ahli matematika paling kaya. Ia kuliah di jurusan matematika dan sastra. Memperoleh gelar sarjana matematika dari Massachusetts Institute of Technology pada 1958 dan gelar Ph.D dari University of California, Berkeley pada 1961.
Pendekatan matematis Simon berhasil mengenali pola-pola yang acak dan memisahkan dengan pola-pola yang tidak acak. Dengan pengetahuan matematika Simons dapat secara efektif menginvestasikan dananya dengan tepat. Sehingga dia membentu Simons founded Renaissance Technologies. Simons berhasil mengumpulkan penghasilan $2,8 billion pada tahun 2008 dan diperkirakan memiliki kekayaan bersih $8,5 billion. Ia juga dikenal sebagai seorang yang dermawan yang mendermakan kekayaannya untuk penelitian dan kemanusiaan.

Matematika bukan sekedar satu tambah satu tapi lebih mengapa bisa.
Matimatika juga bisa untuk melihat masa depan.
Anda bermimpi jadi orang kaya pun bisa di hitung.

"karena matematika adalah ilmu dasar kehidupan"