Sejarah Nusantara Masa Pra Kerajaan

Sebelum berdirinya Kerajaan Kutai sekitar abad ke-4 Masehi, wilayah Nusantara telah dihuni oleh berbagai kelompok manusia selama ribuan tahun. Mereka hidup dalam komunitas suku, membangun kebudayaan maritim, melakukan perdagangan antarpulau, hingga menjalin hubungan dengan dunia luar seperti India dan Tiongkok. Perjalanan panjang inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya kerajaan pertama di Indonesia.

Zaman Austronesia: Awal Peradaban Maritim Nusantara

Sekitar tahun 2000–1500 SM, gelombang bangsa Austronesia datang ke wilayah Nusantara. Mereka diperkirakan berasal dari Taiwan, kemudian bergerak melalui Filipina menuju Indonesia dan wilayah Pasifik.

Bangsa Austronesia membawa berbagai kemampuan penting, seperti bercocok tanam, membuat perahu, berlayar, membuat gerabah, serta teknologi logam sederhana. Mereka kemudian menyebar ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Kemampuan pelayaran bangsa Austronesia sangat maju pada masanya. Mereka menggunakan bintang, arus laut, dan arah angin sebagai alat navigasi. Oleh karena itu, masyarakat Nusantara sejak awal telah memiliki budaya maritim yang kuat.

Kehidupan Masyarakat Nusantara Sebelum Era Kerajaan

Sebelum pengaruh besar dari India dan Tiongkok membentuk struktur pemerintahan formal, masyarakat Nusantara telah memiliki tatanan sosial yang mandiri dan erat kaitannya dengan alam. Masa ini menjadi fondasi bagi berbagai nilai adat dan budaya yang masih bertahan hingga sekarang.

1. Struktur Sosial yang Desentralistis

Pada masa ini belum dikenal konsep negara kesatuan atau kerajaan besar. Kehidupan masyarakat terorganisasi secara lokal dalam bentuk:

  • Kelompok suku, yaitu ikatan kekeluargaan berdasarkan garis keturunan.
  • Desa-desa kecil yang mengelola pertanian atau hasil laut secara bersama-sama.
  • Komunitas adat yang memiliki aturan dan hukum sesuai kondisi geografis masing-masing.

2. Kepemimpinan Berdasarkan Keahlian dan Kebijaksanaan

Sebelum muncul sistem kerajaan, pemimpin dipilih berdasarkan kemampuan dan pengaruhnya dalam masyarakat. Prinsip ini dikenal dengan istilah primus inter pares, yang berarti “yang utama di antara sesama”.

Tokoh pemimpin biasanya terdiri atas:

  • Kepala suku yang dianggap paling kuat atau paling cakap melindungi kelompoknya.
  • Tetua adat yang menjaga norma dan tradisi masyarakat.
  • Pemimpin spiritual yang dipercaya memiliki kemampuan berhubungan dengan dunia gaib.

3. Sistem Kepercayaan: Animisme, Dinamisme, dan Tradisi Megalitik

Masyarakat Nusantara kuno memiliki kehidupan spiritual yang sangat erat dengan alam. Mereka mempercayai bahwa roh dan kekuatan gaib memengaruhi kehidupan manusia.

Beberapa bentuk kepercayaan yang berkembang pada masa itu antara lain:

  • Animisme, yaitu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki roh.
  • Dinamisme, yaitu kepercayaan bahwa benda tertentu memiliki kekuatan gaib.
  • Pemujaan roh leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang.

4. Jejak Kebudayaan Megalitik

Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, masyarakat membangun berbagai monumen batu besar yang hingga kini masih dapat ditemukan, seperti:

  • Menhir, yaitu tiang batu untuk pemujaan.
  • Dolmen, yaitu meja batu tempat sesaji.
  • Punden berundak, yaitu bangunan bertingkat yang menjadi cikal bakal arsitektur candi.
  • Sarkofagus, yaitu peti mati dari batu.

Nusantara sebagai Jalur Perdagangan Dunia

Sejak awal Masehi, Nusantara telah menjadi salah satu pusat perdagangan maritim dunia. Letaknya yang strategis di antara India dan Tiongkok menjadikan wilayah ini sebagai jalur perdagangan internasional yang sangat penting.

1. Kekayaan Alam Nusantara

Nusantara dikenal memiliki berbagai komoditas berharga yang diminati bangsa asing, seperti:

  • Rempah-rempah, terutama cengkih dan pala.
  • Emas, terutama wilayah Sumatra dikenal sebagai Suvarnadwipa atau “Pulau Emas”.
  • Kayu cendana, kapur barus, damar, dan hasil hutan lainnya.

Kapal-kapal dagang asing mulai singgah di pelabuhan-pelabuhan pesisir Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Maluku. Interaksi ini menciptakan hubungan ekonomi dan budaya yang semakin berkembang.

2. Masuknya Pengaruh Budaya India

Hubungan perdagangan tidak hanya membawa pertukaran barang, tetapi juga pertukaran budaya dan pengetahuan. Dari India, masyarakat Nusantara mulai mengenal:

  • Sistem tulisan, seperti aksara Pallawa.
  • Agama Hindu dan Buddha.
  • Konsep kerajaan dengan sistem pemerintahan yang lebih teratur.

Akulturasi Budaya dan Lahirnya Kerajaan

Masuknya pengaruh India ke Nusantara berlangsung secara damai melalui perdagangan, pendidikan agama, dan hubungan sosial. Proses ini melahirkan akulturasi budaya, yaitu perpaduan budaya lokal dengan budaya India.

Masyarakat Nusantara mulai mengadopsi bahasa Sanskerta, huruf Pallawa, sistem sosial, serta konsep raja sebagai pemimpin kerajaan.

Kutai: Kerajaan Tertua di Nusantara

Sekitar abad ke-4 Masehi, berdirilah Kerajaan Kutai di tepi Sungai Mahakam, Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini dianggap sebagai kerajaan tertua di Indonesia yang meninggalkan bukti tertulis.

Bukti keberadaan Kutai adalah Prasasti Yupa, yaitu tugu batu yang digunakan untuk memperingati upacara kurban.

Menariknya, nama “Kutai” sebenarnya diberikan oleh para ahli sejarah modern berdasarkan lokasi penemuan prasasti tersebut. Dalam prasasti Yupa sendiri tidak disebutkan nama resmi kerajaan itu.

Silsilah Raja Kutai

Silsilah raja Kutai menunjukkan proses masuknya pengaruh budaya India ke Nusantara.

  • Kudungga dianggap sebagai pendiri dinasti dan masih menggunakan nama asli Nusantara.
  • Aswawarman, putra Kudungga, mulai menggunakan nama bercorak India dan dianggap sebagai pembentuk dinasti.
  • Mulawarman dikenal sebagai raja terbesar Kutai. Ia terkenal dermawan dan disebut pernah menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Dampak Berdirinya Kerajaan Kutai

Berdirinya Kutai menjadi awal berkembangnya kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. Dampak penting dari munculnya kerajaan antara lain:

  • Perubahan dari masyarakat suku menjadi pemerintahan terpusat.
  • Berkembangnya budaya tulis.
  • Meningkatnya hubungan perdagangan internasional.

Setelah Kutai, muncul berbagai kerajaan besar lainnya, seperti:

  • Tarumanegara di Jawa Barat yang terkenal dengan sistem irigasinya.
  • Sriwijaya di Sumatra yang menjadi pusat perdagangan dan pendidikan Buddha.
  • Majapahit di Jawa Timur yang dikenal berhasil menyatukan banyak wilayah Nusantara.

STAGEIRA KUNO




Tempat kelahiran Aristoteles, filsuf terhebat di zaman kuno dan guru dari Alexander Agung. Kota ini didirikan pada ca. 655 SM. oleh penjajah dari Andros. Setelah Perang Persia ia bergabung dengan Liga Athena Pertama, pada 424 SM. itu memberontak melawannya, dan selama Perang Peloponnesia menjadi sekutu Spartan melawan Athena. Belakangan, kota itu bergabung dengan Liga Chalkidian dan pada tahun 348 SM. itu ditangkap oleh raja Philip II.

Menurut tradisi, penduduk Stageira memindahkan relik Aristoteles ke kota, menguburkannya di sana, dan mendirikan festival untuk menghormatinya, yang disebut "Aristoteleia".

Penggalian terbaru yang dilakukan oleh E.P.C.A. telah mengungkap benteng Klasik awal kota, terpelihara dalam kondisi sangat baik, berbagai bangunan umum di Agora (stoa Klasik), tempat perlindungan Archaic, Thesmophorion, rumah-rumah pribadi dari periode Klasik dan Helenistik, dan saluran air dari kota

Tanggal 6 April 2023 Memperingati Hari Apa Saja?

Hari Nelayan Nasional

Hari Nelayan Nasional Setiap tanggal 6 April dirayakan sebagai Hari Nelayan Nasional. Perayaan hari ini sudah ada sejak era orde baru.  Hari Nelayan Nasional hadir karena kekhawatiran akan kesejahteraan para nelayan. 

Hari Nelayan Nasional diadakan untuk mengingatkan pentingnya peran nelayan dalam kehidupan masyarakat, ekonomi, dan budaya Indonesia. Pada hari ini, biasanya diadakan berbagai kegiatan seperti upacara adat, lomba-lomba, seminar, dan pameran untuk mempromosikan hasil-hasil perikanan dan kelautan Indonesia.

Suwarman Partosuwiryo dalam bukunya menceritakan bahwa secara nasional, kondisi para nelayan belum sejahtera.  Padahal sebagai garda terdepan dalam pengelolaan ikan, para nelayan sudah seharusnya mendapat kesejahteraan. Oleh karenanya dengan adanya Hari Nelayan Nasional ini diharapkan bisa membuat kondisi para nelayan lebih diperhatikan oleh semua pihak. 

Chakri Day

Chakri Day adalah hari libur umum di Thailand yang diperingati setiap tahun pada tanggal 6 April. Ini adalah hari untuk memperingati pendirian Dinasti Chakri, yang saat ini menjadi dinasti penguasa Thailand. Dinasti Chakri didirikan oleh Raja Rama I pada tahun 1782, dan ia menetapkan Bangkok sebagai pusat kekuasaan baru.

Pada Hari Chakri, rakyat Thailand memberikan penghormatan terhadap kontribusi dan prestasi Dinasti Chakri dalam sejarah negara. Mereka mungkin berpartisipasi dalam upacara tradisional, mengunjungi situs-situs bersejarah, atau menghadiri acara budaya. Hari ini juga menjadi kesempatan bagi orang Thailand untuk mengekspresikan kesetiaan dan rasa terima kasih mereka kepada monarki.

Perayaan Hari Chakri biasanya mencakup upacara kerajaan di Kuil Buddha Esmeralda, di mana Raja Maha Vajiralongkorn, raja Thailand saat ini, akan melakukan berbagai kegiatan untuk memperingati pendirian Dinasti Chakri.

Tahun Baru Theravada


Tahun Baru Theravada adalah perayaan Tahun Baru yang dirayakan oleh umat Buddha Theravada, yang biasanya terjadi pada bulan April. Tepatnya, perayaan ini jatuh pada bulan purnama ke-12 dalam kalender lunar, yang biasanya jatuh pada bulan April.

Perayaan Tahun Baru Theravada dikenal dengan berbagai nama di berbagai negara, misalnya Songkran di Thailand, Thingyan di Myanmar, atau Chaul Chnam Thmey di Kamboja. Perayaan ini biasanya berlangsung selama tiga hari dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembersihan rumah, ritual keagamaan, prosesi keagamaan, tarian, dan kembang api.

Tradisi yang terkenal dari perayaan Tahun Baru Theravada adalah "upacara percikan air", di mana orang saling menyiramkan air untuk membersihkan dan menyegarkan diri. Tradisi ini juga dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama manusia, serta simbolis dari membersihkan diri dari dosa dan kesalahan di masa lalu.

Selain itu, perayaan Tahun Baru Theravada juga menjadi kesempatan bagi orang untuk memperkuat hubungan sosial, memperdalam praktik keagamaan, serta merayakan kembali kesederhanaan dan kedamaian.

Hari Olahraga Internasional

Hari Olahraga Internasional adalah sebuah perayaan yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 6 April untuk mempromosikan pentingnya olahraga dan aktivitas fisik bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia di seluruh dunia. Hari ini didirikan oleh Komite Olimpiade Internasional pada tahun 2013 dan telah dirayakan setiap tahun sejak itu.

Tujuan dari Hari Olahraga Internasional adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat olahraga bagi kesehatan, mempromosikan aktivitas fisik di antara masyarakat, serta memotivasi orang untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih aktif dan sehat. Pada Hari Olahraga Internasional, banyak kegiatan dan acara yang diadakan di seluruh dunia, seperti olahraga bersama, seminar dan diskusi tentang manfaat olahraga, dan kegiatan lainnya yang terkait dengan olahraga dan aktivitas fisik.

Peringatan Hari Olahraga Internasional juga sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, yaitu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia melalui promosi aktivitas fisik dan olahraga. Diharapkan bahwa peringatan Hari Olahraga Internasional dapat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi orang dalam aktivitas fisik dan olahraga, serta membawa manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia secara keseluruhan.

Hari Tenis Meja Dunia diperingati setiap tahun pada tanggal 6 April untuk memperingati pendirian Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tanggal 6 April 1926. Pada peringatan ini, para pemain tenis meja di seluruh dunia merayakan olahraga mereka dan mempromosikan nilai-nilai olahraga yang sehat dan positif.

Hari Tenis Meja Dunia

Hari Tenis Meja Dunia juga menjadi kesempatan bagi ITTF dan para pemain tenis meja untuk mempromosikan olahraga mereka dan meningkatkan kesadaran tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Acara dan kegiatan yang diadakan pada peringatan ini meliputi turnamen tenis meja, kelas olahraga untuk pemula, serta seminar dan diskusi tentang manfaat olahraga dan bagaimana mempromosikannya kepada masyarakat.

Selain menjadi olahraga yang menyenangkan dan menghibur, tenis meja juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi. Peringatan Hari Tenis Meja Dunia bertujuan untuk mempromosikan olahraga yang sehat dan positif ini kepada masyarakat dan meningkatkan partisipasi dalam olahraga secara keseluruhan.



Tanggal 5 April 2023 Memperingati Hari Apa Saja?

1. Hari Hati Nurani Internasional 

Hari Hati Nurani Internasional ditetapkan oleh PBB dan diperingati secara global pada tanggal 5 April 2023.
Tujuan adanya peringatan ini ialah untuk meningkatkan stabilitas dunia dan perdamaian berdasarkan penghormatan kepada HAM (Hak Asasi Manusia). 

PBB menghimbau dan mengajak masyarakat semua Negara, organisasi non pemerintah, maupun pihak swasta untuk turut memperingati Hari Hati Nurani Internasional.

2. Hari Berjalan Kaki

Hari Berjalan Kaki Pada tanggal 5 April setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Jalan Kaki Nasional.

Tidak diketahui bagaimana asal-usulnya, namun yang pasti Hari jalan Kaki Nasional ini mengingatkan bahwa pentingnya berjalan kaki.

Di tengah kemajuan transportasi yang modern membuat minat jalan kaki menjadi berkurang. Padahal berjalan kaki merupakan bagian olahraga sederhana yang bisa membuat tubuh sehat. Oleh karena itu dengan adanya Hari Berjalan Kaki ini bisa memberi kesadaran akan pentingnya berjalan kaki demi tubuh yang bugar dan sehat. 

3. Festival Cheng Ming

Festival Cheng Ming Pada tanggal 5 April tahun ini dirayakan sebagai Festival Cheng Ming di China. Penduduk tionghoa merayakannya dengan mengunjungi dan membersihkan makam anggota keluarga mereka yang telah meninggal.

Festival ini biasanya dilaksanakan 15 hari setelah titik balik musim semi, dihitung dari kalender tradisional lunisolar Tiongkok. Kegiatan lainnya dalam festival Cheng Ming ini yakni dengan membersihkan makam, berdoa kepada leluhur dan membakar dupa. 

4. Hari Harapan

Hari Harapan Hari Harapan atau yang dikenal Day of Hope dirayakan di Amerika Serikat setiap tanggal 5 April. Hari Harapan ini didedikasikan pada anak-anak yang menjadi korban kekerasan, pelecehan, bullying dan lainnya.  

Hari Harapan diperjuangkan oleh Yvonne Fedderson dan Sara O'Meara yang merupakan anggota organisasi kemanusiaan nirlaba Childhelp. Tujuan utamanya adalah memperjuangkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia dan membuat anak-anak ini tahu bahwa mereka masih memiliki harapan di kemudian hari.  

Hal ini karena ada penelitian yang mengungkapkan bahwa anak-anak yang telah melewati masa kanak-kanak yang keras beresiko pada kegiatan kriminal di masa depannya. Oleh karenanya Hari Harapan bisa menjadi momentum untuk memberi harapan pada mereka akan masa depan yang lebih baik. 


Transkreasi (Penerjemahan Dengan Kreatifitas)

Transkreasi adalah istilah yang diciptakan dari kata "translate atau terjemahan" dan "kreasi", dan konsep yang digunakan dalam bidang studi terjemahan untuk menggambarkan proses mengadaptasi pesan dari satu bahasa ke bahasa lain, sambil mempertahankan maksud, gaya, nada, dan konteksnya. Pesan yang berhasil ditranskreasi membangkitkan emosi yang sama dan membawa implikasi yang sama dalam bahasa target seperti halnya dalam bahasa sumber. Ini terkait dengan konsep lokalisasi, yang juga melibatkan adaptasi teks terjemahan secara komprehensif untuk audiens target. Transkreasi menyoroti peran kreatif penerjemah. Tidak seperti banyak bentuk terjemahan lainnya, transkreasi juga sering melibatkan adaptasi tidak hanya kata-kata, tetapi video dan gambar kepada audiens target.

Teori transkreasi pertama kali dikembangkan di bidang terjemahan sastra dan mulai diadaptasi untuk penggunaan pemasaran dan periklanan global pada awal abad ke-21. Pendekatan transkreasi juga banyak digunakan saat ini dalam terjemahan video game dan aplikasi seluler. 

Konsep transkreasi menekankan peran kreatif independen penerjemah. Dalam konteks pemasaran, penerjemah profesional yang terlibat dalam transkreasi sering disebut sebagai "copywriter" atau "copyeditors", atau sebagai alternatif sebagai "transcreator". 

Latar 

Konsep transkreasi pertama kali dikembangkan oleh penerjemah di India dan Brasil pada pertengahan abad ke-20. Pada tahun 1964, cendekiawan India Purushottama Lal menulis, mengenai terjemahan kontemporer dari klasik Sansekerta, bahwa "penerjemah harus mengedit, mendamaikan, dan mengubah rupa; pekerjaannya dalam banyak hal sebagian besar menjadi masalah transkreasi". Dalam konteks Brasil, istilah ini dikaitkan dengan karya Haroldo de Campos, yang membandingkan transkreasi dengan pemberian transfusi darah. 

Istilah ini juga diakui di Cina. Pada 2010, publikasi desain dan periklanan Cina, Modern Advertising Magazine, membahas istilah tersebut dalam sebuah artikel untuk pertama kalinya. 

Maksud 

Karena pasar terus berkembang, pengiklan menghadapi tantangan khusus. Agar efektif, iklan harus menjangkau hati dan juga pikiran. Dengan demikian, kemampuan untuk melampaui batas-batas bahasa dan budaya sangat penting untuk mencapai strategi pemasaran global yang efektif. Tidak hanya harus menyalin diterjemahkan dengan benar, tetapi faktor-faktor lain juga harus dipertimbangkan, seperti budaya, adat istiadat, dialek, idiom, humor, dan konteks. Setiap kurangnya rasa hormat yang dirasakan terhadap warisan, nilai-nilai lokal, kepercayaan dan budaya dapat berdampak negatif pada konsumen. Untuk memenuhi tantangan ini, perusahaan yang memasarkan secara internasional semakin banyak menggunakan transkreasi, baik melalui perusahaan periklanan mereka atau dengan perusahaan yang berspesialisasi dalam transkreasi. 

Tugas transkreasi termasuk membangun hubungan emosional antara audiens dan pesan dan memaksimalkan relevansi budaya. Banyak faktor yang mungkin berbeda melintasi batas budaya dan bahasa dan harus dipertimbangkan, karena perbedaan ini dapat secara signifikan membatasi efektivitas dan dampak kampanye lintas pasar. Faktor-faktor ini termasuk warisan budaya, nilai-nilai bersama, praktik, dan isyarat dan penerimaan sosial yang lazim, termasuk ekspresi emosi, gerak tubuh, bahasa tubuh, dan ekspresi wajah. Faktor-faktor ini pada gilirannya mempengaruhi perilaku konsumen dan reaksi mereka terhadap elemen iklan seperti teks, nada suara, humor, pengaturan, casting, dan nada suara. 

Transkreasi juga dapat berdampak positif pada kinerja SEO situs web, karena mendukung pengalaman pengguna dan kualitas konten; dua faktor penting untuk optimasi mesin pencari. 

Hubungan dengan terjemahan 

Secara klasik, dalam skema yang berasal dari abad ke-17, terjemahan telah dibagi menjadi tiga pendekatan: metafrase (terjemahan kata demi kata), parafrase (yaitu "katakan dengan kata lain"), dan imitasi. Demikian pula, dilihat dari segi kontinum antara terjemahan bebas dan terjemahan literal, transkreasi dianggap "paling dekat dengan 'bebas' pada garis literal – bebas". 

 Namun, validitas transkreasi sebagai bentuk terjemahan yang berbeda telah dipertanyakan. Sementara istilah ini telah dianut secara luas oleh broker terjemahan yang mencari bisnis baru, istilah ini telah disambut dengan skeptisisme yang jauh lebih banyak oleh penerjemah profesional. 

Penggunaan komersial 

Pada abad ke-21, beberapa agen terjemahan mulai secara khusus memasarkan diri mereka sebagai agen transkreasi. Transkreasi memungkinkan pemasar lokal untuk mengambil esensi dari pesan iklan global dan menyesuaikannya dengan pasar mereka. Dengan demikian, kampanye iklan global yang mengalami transkreasi menjadi lebih lentur, sambil tetap berpegang pada strategi global secara keseluruhan.

Dengan demikian, kebangkitan transkreasi telah sejajar dengan pertumbuhan kampanye pemasaran internasional. Pada tahun 1960, penagihan internasional menyumbang 6% dari pendapatan kotor sepuluh agen periklanan AS teratas. Pada tahun 1991, bagian itu telah naik menjadi 60%, dan telah meningkat sejak saat itu, sejalan dengan "berpikir global; bertindak lokal" prinsip. 

Contoh yang gagal 

Faktanya, di lapangan tidak semua konten yang ditranskreasikan harus mengamini hal tersebut. Karena pada dasarnya, layanan transkreasi bertujuan agar produk/jasa dapat diterima audiens sasaran. 

Berikut adalah contoh proses transkripsi yang gagal ketika merek sepatu ternama Puma dianggap melecehkan Uni Emirat Arab karena menempatkan bendera negara tersebut dalam produk sepatu keluaran terbaru yang dirilis khusus di UEA. Maksud hati membuat rilisan khusus demi menghormati UEA, produk transkreasi Puma justru melukai masyarakat setempat. Masyarakat UEA menganggap Puma melakukan penghinaan dengan merilis sepatu berdesainkan ornamen bendera negara. Hal ini dikarenakan sepatu yang menyentuh lantai dianggap mendekati najis atau kotoran dalam pemahaman masyarakat setempat.

Adakah Waktu Sejenak

Adakah waktu sejenak
Memikirkan setiap langkah yang kita pilih
Terlalu cepat kita beranjak
Banyak luka yang belum pulih
Samar tak terlihat
Sakit tertusuk pikiran sendiri
Sesak mulut terikat
Kepada siapa sakit ku tutupi

Adakah waktu sejenak
Untuk berbicara tentang harapan dunia
Atau sudah hilang dalam benak
Tertutup ego atas nama cinta
Kata orang dunia hanya fana
Tapi nyata nestapa disekitar kita
Apa mata tak melihat semua?
Atau pura-pura di sebut bahagia

Adakah waktu sejanak
Melihat hijaunya alam disekitar kita
Memilah dengan bijak
Sampah mana tidak berguna
Kau redam dalam pikiran
Kau ucap tak sependapat
Dunia tak memberi yang kau dambakan
Lantas tetes racun kau anggap tepat

Aku lelah sungguh lelah
Kau sakit sungguh sakit
Jangan katakan baik-baik saja